Menurut Gabriel, seorang guru mungkin tidak selalu diingat karena rumus yang diajarkan. Namun, tandasnya, akan selalu dikenang karena semangat, keteladanan, dan inspirasi yang ditanamkannya dalam hati setiap murid.
"Terima kasih, Pak Beni. Pengabdianmu adalah cahaya yang terus menerangi masa depan anak-anak Raijua," tambahnya.
Hal senada diungkapkan salah satu murid Pak Beni di SMPN 1 Raijua, Yongki Pawe Due (29). Saat masuk kuliah di Undana dengan mengambil jurusan fisika, Yongki mengaku terinspirasi dari gurunya tersebut.
"Saya juga alumni dari jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknik Undana. Salah satu alasan masuk fisika juga karena terinspirasi dari beliau," ungkap Yongki.
Pak Beni, kata dia adalah guru yang luar biasa. Selama menjadi muridnya, ia menilai gurunya tersebut sangat menguasai fisika dan matematika. Karena penguasaan itu, Yongki dan teman-temannya sering menyebutnya sebagai "rumus berjalan".
"Cara beliau mengajar membuat pelajaran yang sulit menjadi lebih mudah dipahami. Beliau selalu sabar membimbing dan memotivasi kami. Terima kasih, Pak Beni, atas jasa dan pengabdian Bapak dalam mencerdaskan anak-anak Raijua. Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan berkat yang melimpah bagi Bapak dan Kekuarga," pungkas Yongki mendoakan gurunya tersebut.***
Riwayat pengabdian:
1. Pengabdian di SMP 1 tahun 1995-2012 sebagai guru mata pelajaran
2. 2012-2022 kepala SMP Negeri 2 Raijua
3. 22 Agustus 2022 s.d 01 Agustus 2026 guru mata pelajaran di SMPN 1 Raijua
4. Guru pada Statistik dan Matematika pada SMEA Swastisari Kupang 1991 - 1995
Riwaya Pendidikan:
1. SD Katolik Sta. Urusula Ende tahun 1981
2. SMPN 1 Ende 1984
3. SMAN 1 Ende jurusan A1 1987
4. FKIP Matematika Undana 1993
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kesaktian Pancasila Bagi Generasi Muda
Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa