Dari sisi teknologi, BNI mengintegrasikan seluruh proses kredit ke dalam sistem digital terukur. Lewat basis data digital ini, manajemen dapat memantau nama petani, koordinat lokasi lahan, tahapan budi daya, hingga realisasi penggunaan dana secara real time.
“Digitalisasi proses kredit memungkinkan BNI memonitor data petani, lokasi lahan, tahapan budi daya, hingga penggunaan kredit secara lebih terukur. Monitoring dan audit juga dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas kredit,” papar Okki.
Penguatan sistem ini juga menjadi komitmen BNI dalam membersihkan operasional perbankan dari praktik lancung.
Menyinggung persoalan hukum dugaan korupsi KUR di Jember, Okki kembali menegaskan bahwa pengusutan oleh Kejaksaan Tinggi Jatim merupakan hasil laporan proaktif BNI setelah mendeteksi adanya kejanggalan internal.
BNI kembali mengingatkan komitmennya mengenai prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk korupsi dan fraud, baik yang melibatkan pihak eksternal maupun oknum internal. Setiap pelanggaran dipastikan akan diproses secara hukum demi menjaga reputasi korporasi dan kepercayaan masyarakat luas. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id Klik di sini
Artikel Terkait
Viral Video Petani Terbang Diangkut Pakai Drone di Jombang Jatim, Pengunggah Konten Akhirnya Minta Maaf dan Ungkap Fakta Sebenarnya
Sebut Kasus KUR Jember Celah Lama, Pengamat: Masalah Utamanya Ada di Collection Agent, Bukan Bank BUMN
H-46 Muktamar NU, Calon Pengunjung Berebut Rumah Kontrakan dengan Harga Tembus Rp31 Juta per 5 Hari
Meriahkan Fun Bike HUT Bhayangkara ke-80, Tim Gowes UDD PMI Jember Kompak Kampanyekan Hidup Sehat
Membludak, Jamaah Seribu Rebana Jombang Kendarai 71 Bus Ikuti Ziarah Aulia dan Sowan Ulama