Dengan demikian, bisa dikonfirmasi bahwa gambaran dalam video viral yang memperlihatkan saat terjadi letusan gunung mengeluarkan lava pijar ketika langit gelap, bukan merupakan kondisi sebenarnya terjadi.
Sementara itu, salah satu akun yang kerap membahas soal kebencanaan mengungkap bahwa video yang beredar hanyalah rekayasa editan AI (kecerdasan buatan).
"Beredar video yang diklaim sebagai erupsi Gunung Anak Krakatau. Ini video AI, jadi stop menyeberkannya sebagai footage karena ini bukan kondisi sebenarnya di Gunung Anak Krakatau saat ini," ungkap akun @infogempadunia.
Dalam unggahannya, Badan Geologi KESDM juga mengingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenaran
"Masyarakat terutama di Provinsi Banten dan Lampung diharap tetap tenang. Jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Anak Krakatau apalagi yang menyebarkan informasi akan terjadi tsunami," tulisnya.
"Pastikan melakukan penecekan terlebih dahulu melalui kanal resmi Badan Geologi, BMKG dan BPBD. Masyarakat dapat melakukan kegiatan seperti biasa, namun tetap waspada dan hindari menyebarkan informasi yang belum benar karena dapat menimbulkan kepanikan," pesannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Hampir Setiap Tahun? Jejak Erupsi Gunung Semeru, Meletus Sejak 1818 hingga Picu Awan Panas dengan Jangkauan 10 Kilometer
4 Keindahan Gunung Semeru yang Baru Erupsi, Padang Savana Oro-oro Ombo hingga Spot Camping Favorit di Ranu Kumbolo
Erupsi Semeru Masih Aktif 36–45 Kali per 12 Jam, Warga Diminta Jauhi Zona Merah karena Ancaman Lahar Dingin
BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami di Maluku Utara dau Sulawesi Utara Pasca Gempa 7,6 Magnitudo, Minta Warga Tenang dan Waspada
Penjelasan BMKG Usai Keluarkan Peringatan Dini Pasca Gempa 7,7 SR Guncang Filipina, Sulut hingga Malut Mengalami Tsunami Kecil, Begini Kondisinya