SketsaNusantara.id - Media sosial belum lama ini dihebohkan dengan beredarnya video Gunung Anak Krakatau yang dikabarkan mengalami erupsi pada hari Jumat, 3 Juli 2026.
Dalam video berdurasi 15 detik, terlihat pemandangan dari atas kapal saat Gunung Anak Krakatau meletus hingga mengeluarkan larva pijar yang terlihat dari kejauhan.
Beberapa penumpang di atas kapal kemudian merekam kejadian tersebut. Kejadian ini tampak mengerikan karena terjadi ketika langit gelap dengan kilatan cahaya menyerupai petir terlihat di sekitaran kawah gunung.
Beredarnya video tersebut seketika mencuri perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat warganet. Terlebih, Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda saat ini berstatus Level III (Siaga).
Badan Geologi Kementerian ESDM juga sudah menghimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif akibat peningkatan signifikan aktivitas magma yang berpotensi terjadi erupsi yang melontarkan material pijar.
Melalui unggahan di media sosial, pihaknya menyampaikan hasil pemantauan Gunung Anak Krakatau yang mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan sejak 16 Juni dan puncaknya terjadi hari Kamis, 2 Juli 2026.
"Selama periode 16 Juni - 2 Juli 2026, terekam 740 kali gempa dan terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 200 meter di atas puncak sehingga status dinaikkan menjadi Level III (Siaga)," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @badan.geologi pada hari Jumat, 3 Juli 2026.
Namun, terkait video viral yang beredar, petugas setempat menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan kejadian yang sebenarnya terjadi alias hoaks.
"Video yang beredar itu hoaks dan tidak menggambarkan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini," ungkap salah satu petugas pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan pada hari Sabtu, 4 Juli 2026.
"Aktivitas erupsi yang terjadi belakangan ini tidak seperti yang terlihat dalam video yang beredar di media sosial," ujarnya.
Lebih lanjut, petugas di pos pemantauan menyebut Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi terakhir pada hari Jumat, 3 Juli 2026 sekitar pukul 15:00 WIB dengan kolom abu teramati bewaena kelabu.
Artikel Terkait
Hampir Setiap Tahun? Jejak Erupsi Gunung Semeru, Meletus Sejak 1818 hingga Picu Awan Panas dengan Jangkauan 10 Kilometer
4 Keindahan Gunung Semeru yang Baru Erupsi, Padang Savana Oro-oro Ombo hingga Spot Camping Favorit di Ranu Kumbolo
Erupsi Semeru Masih Aktif 36–45 Kali per 12 Jam, Warga Diminta Jauhi Zona Merah karena Ancaman Lahar Dingin
BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami di Maluku Utara dau Sulawesi Utara Pasca Gempa 7,6 Magnitudo, Minta Warga Tenang dan Waspada
Penjelasan BMKG Usai Keluarkan Peringatan Dini Pasca Gempa 7,7 SR Guncang Filipina, Sulut hingga Malut Mengalami Tsunami Kecil, Begini Kondisinya