Selain itu, penyesuaian jumlah penerima manfaat juga diperkirakan akan berdampak pada kebutuhan anggaran program. Efisiensi yang diperoleh nantinya dapat dialokasikan untuk memperkuat kualitas layanan, pengawasan distribusi, hingga peningkatan mutu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
"Jadi, sekali lagi refocusing ini adalah kami perlukan supaya memang pemberian intervensi pemerintah lebih tepat sasaran, kemudian diikuti otomatis dengan angka anggaran yang semakin turun. Itu yang keluar ke penerima manfaat," tegasnya.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengambil keputusan final terkait pengurangan jumlah penerima manfaat MBG. Hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan lanjutan yang diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara efektivitas program, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan anggaran negara.
Apapun keputusan yang nantinya diambil, pemerintah memastikan bahwa tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia, tetap menjadi prioritas utama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mahfud MD Ungkap Dugaan Korupsi BGN Sudah Lama Diteriakkan Publik, Pengadaan IT Rp1,2 Triliun Kini Kembali Jadi Sorotan
Menduga Ada Keterlibatan, Mahfud MD Dorong Mahkamah Agung Periksa Kepala BGN Baru Nanik S. Deyang dalam Kasus Korupsi Program MBG Dadan Hindayana CS
Sempat Diminta Bantu Susun Juknis MBG, Chef Arnold Justru Tolak Gabung BGN: Programnya Terlalu Kompleks...
Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jadi Sorotan, Istana Ungkap Nasib Pengadaan Era Dadan Hindayana yang Belum Tuntas
Update Kasus Korupsi MBG, Kejaksaan Agung Akhirnya Resmi Tetapkan Komisaris Perusahaan Penyedia Motor Listrik BGN Sebagai Tersangka, Ini Perannya