Meski gerbang kawasan pergudangan tampak terbuka, aktivitas di sekitar lokasi terlihat minim. Tidak banyak pergerakan kendaraan maupun pekerja selama proses pengamatan berlangsung.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola gudang terkait status penyimpanan maupun jadwal distribusi kendaraan tersebut kepada para kepala SPPG di berbagai daerah.
Sebelumnya, ketika masih menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan Hindayana pernah menjelaskan mengenai proses pengadaan motor listrik tersebut. Ia menyebut harga pembelian kendaraan berada di bawah harga yang berlaku di pasaran.
"Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada April 2026 lalu.
Saat itu, pengadaan motor listrik disebut menjadi bagian dari dukungan operasional program MBG. Target awal pengadaan mencapai sekitar 24.400 unit, sementara realisasi yang dilakukan berada pada kisaran 21.800 unit kendaraan.
Kini, proyek tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan dugaan korupsi yang sedang dilakukan Kejaksaan Agung. Sementara itu, keberadaan ribuan motor listrik yang masih tersimpan di gudang Sentul terus menjadi perhatian publik seiring perkembangan kasus yang berlangsung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sebelum Dicopot dari BGN, Dadan Hindayana Sempat Wacanakan MBG untuk Siswa Indonesia di Arab Saudi
Kekayaan Dadan Hindayana, Mantan Kepala BGN Ramai Disorot Usai Ditahan Kejagung Terkait Kasus Dugaan Praktik Jual Beli Titik Dapur MBG
Kronologi Kasus Korupsi Pengelolaan MBG yang Libatkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Kejagung Ungkap 4 Dugaan Mark Up
Lakukan Abuse of Power di Program MBG? Dadan Hindayana Cs Dikenakan Pasal Berlapis Ini, Ancaman Penjara Seumur Hidup Menanti
Profil Singkat 3 Eks Petinggi BGN yang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG, Ada yang Hartanya Naik Rp12 M Setahun