"Hopeless banget sama negara ini. Banyak pejabat nggak kompeten dan semua itu digaji oleh rakyat. Benar-benar salah pilih. Pemerintahan rezim ini juga anti kritik seolah baik-baik saja, padahal rakyat banyak yang menjerit kesulitan," tulis netizen lainnya.
Meski demikian, di tengah berbagai keluhan dan kekecewaan yang disampaikan masyarakat, Ni Luh juga mengajak publik untuk tetap saling menguatkan.
Ia menyadari bahwa situasi yang sedang dihadapi tidak mudah bagi banyak orang. Karena itu, menurutnya, solidaritas dan dukungan antarwarga menjadi hal yang penting untuk dijaga.
"Kita berpegangan tangan yang kuat kesayanganku. Saling mendoakan karena Mbok tidak bisa melakukannya sendirian. Ternyata kita hanya kekasih bayangan," pesannya.
Unggahan Ni Luh menunjukkan bahwa isu pelemahan rupiah dan kondisi ekonomi nasional masih menjadi perhatian besar masyarakat, terutama ketika dampaknya mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS bukan disebabkan oleh kegagalan sistemik, melainkan faktor ekspektasi pasar dan tekanan eksternal global di tengah ketegangan konflik Timur Tengah.
Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia saat ini masih dalam kondisi baik, karena indikator fundamental ekonomi riil dalam negeri menunjukkan kinerja yang sangat solid. Pemerintah juga tak tinggal diam dan meluncurkan strategi intervensi untuk memperbaiki kondisi ini.
Menkeu juga menyatakan kondisi ekonomi tetap aman, Penerimaan negara, terutama dari sektor pajak, justru dilaporkan melonjak positif serta inflasi masih berada dalam batas target yang sehat dan menunjukkan tren perbaikan.
Meskipun Menkeu optimis fundamental ekonomi nasional kokoh, banyak ekonom mengingatkan agar pemerintah tetap waspada.
Para analis menilai pernyataan pemerintah menganggap kondisi "baik-baik saja" saat rupiah makin melemah berisiko membuat pemerintah mengabaikan dampak nyata di akar rumput, seperti melonjaknya biaya impor bahan baku industri manufaktur dan potensi inflasi barang pokok yang langsung memukul daya beli masyarakat kecil.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
31 Triliun Dolar Dirampas Belanda dari Indonesia? Prabowo Bandingkan dengan PDB dan APBN 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Paket Stimulus Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi Nasional Lebih Kuat
Chef Arnold Geram Usai Dituding Menghina Rakyat Kecil Gegara Naikkan Harga Daging di Restoran Miliknya Imbas Dolar Naik: Efeknya ke Semua Kalangan...
Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Ekonomi Indonesia Mirip Krisis 1998: Sekarang Belum Resesi
Tips Menghadapi Ancaman PHK di Tengah Pelemahan Rupiah dan Ketidakpastian Ekonomi