SketsaNusantara.id - Pemerintah menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini masih belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi fiskal maupun aktivitas perekonomian nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa pemerintah telah mengantisipasi risiko depresiasi rupiah saat menyusun anggaran negara.
Karena itu, kondisi fiskal dinilai tetap berada dalam kondisi yang aman meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.
"Dari sisi anggaran, kami telah menghitung depresiasi rupiah mendekati level saat ini,"
Purbaya menjamin bahwa anggaran pemerintahan masih di posisi aman meski nilai rupiah melemah.
"Jadi anggaran saya masih oke meskipun rupiah melemah ke level saat ini," kata Purbaya, dilansir dari akun Instagram @lambegosiip.
Menurut Purbaya, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap kuat, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Ia meyakini bahwa fundamental ekonomi yang solid pada akhirnya akan berdampak positif terhadap penguatan mata uang suatu negara.
"Itu pada akhirnya akan memperkuat mata uang hampir secara otomatis karena saya percaya investor,"
"Terutama FDI dan investor asing, akan suka berinvestasi di negara yang menawarkan pertumbuhan paling menjanjikan di kawasan ini," ujar Purbaya.
Ia juga menilai prospek ekonomi Indonesia masih cukup menjanjikan.
Artikel Terkait
Berangkat Haji Tahun Ini, Purbaya Doakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Makin Bagus, Akui Ingin Tambahkan Nama Baru Setelah Pulang dari Tanah Suci
Purbaya Bantah Jalan Sendiri tanpa Arahan Prabowo, Singgung Dana Rp200 Triliun hingga ‘Disikat’ jika Membangkang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Paket Stimulus Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi Nasional Lebih Kuat
Ternyata Cuma Hoaks! Kemenkeu Tegaskan Narasi Purbaya yang Persilahkan Investor Cari Negara Lain adalah Tidak Benar, Begini Faktanya
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Bongkar Curhatan Suaminya: Ternyata Jadi Menteri Itu Capek