Ayuni juga menyampaikan bahwa dirinya mempertimbangkan langkah hukum apabila di kemudian hari masih ditemukan penggunaan namanya tanpa izin. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas temuan sejumlah publikasi yang mencantumkan identitasnya.
Berdasarkan keterangannya, setidaknya terdapat 19 poster dan abstrak yang memuat namanya. Seluruh publikasi tersebut disebut tidak pernah mendapatkan persetujuan darinya.
Kasus dugaan pemalsuan riset ini pertama kali mencuat setelah dua periset Indonesia, Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat, mengunggah kronologi dugaan pelanggaran akademik yang melibatkan Rifaldy Fajar dan Prihantini.
Perhatian publik semakin besar setelah dugaan tersebut dikaitkan dengan konferensi International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, pada 17 hingga 21 Mei 2026.
Dalam klarifikasi yang telah disampaikan sebelumnya, Rifaldy Fajar mengakui bahwa konferensi tersebut hanya dihadiri oleh Prihantini. Ia juga mengakui adanya pencantuman sejumlah nama universitas tanpa izin serta menyatakan institusi yang disebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan partisipasinya dalam kegiatan tersebut.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik dan terus memunculkan berbagai perkembangan baru terkait dugaan pemalsuan riset serta pencatutan identitas dalam publikasi ilmiah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Anisa Bahar dan Ratu Meta Ngaku Jadi Korban Penipuan Teman Sendiri yang Disebut Pemilik Travel Umroh, Begini Kronologinya
Haji Furoda 2026 Ditiadakan, Kemenhaj Tegaskan Tidak Ada Visa dari Arab Saudi dan Waspadai Penipuan
Kilas Balik Kasus Doni Salmanan, 'Crazy Rich' Tersangka Kasus Penipuan Investasi Bodong Dapat Remisi 16 Bulan hingga Dinyatakan Bebas Bersyarat
Andre Taulany Bongkar Janji Manis Rully Anggi Akbar di Pernikahan Boiyen, Berakhir Kasus Dugaan Penipuan dan Rasa Dikhianati
Jember Darurat Uang Palsu! Pemilik Showroom 'Bang Jago' Kencong Gagalkan Penipuan, Modus Beli Motor Pakai Uang Mainan Campur Uang Asli