Minggu, 19 Juli 2026

Peduli Kesehatan, BRI Salurkan Alkes ke RSI Jombang

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Juni 2026 | 00:30 WIB
Perawat RSI Jombang menunjukkan alat kesehatan CPAP. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Perawat RSI Jombang menunjukkan alat kesehatan CPAP. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id – Kepedulian BRI melalui program TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan) merambah di berbagai bidang, salah satunya kesehatan. Penerima manfaat dari CSR BRI adalah RSI (Rumah Sakit Islam) Jombang.

Kepala Bidang Keperawatan RSI Jombang, Nila Risnawati mengatakan, pihaknya menerima bantuan dari BRI berupa CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dan Bet Set Monitor pada pertengahan tahun lalu. “Kami menerima alkes dari BRI pertengahan tahun lalu,” ujar Nila saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 21 Mei 2026.

Nila menjelaskan, kebutuhan CPAP mutlak diperlukan untuk perawatan bayi baru lahir yang mengalami permasalahan pada saluran pernapasan. Alat tersebut, kata Nila, harus berada di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit).  

“Salah satu kelengkapan mutlak harus ada, kalau itu tidak ada peralatan tersebut maka tindakan medis di ruang NICU tidak bisa jalan,” ujar Nila.

 Baca Juga: Mengapa Hari Jadi Kota Surabaya Diperingati 31 Mei? Ini Sejarah dan Asal-usul Kota Pahlawan yang Kini Berusia 733 Tahun

Dikatakan, selain CPAP di ruangan NICU sudah ada beberapa alat pendukung lainnya. Diantaranya, incubator, foto terapi yang berfungsi untuk sinar bayi merupakan perangkat penting yang harus ada di ruang tersebut.

Bayi baru lahir yang membutuhkan CPAP, sambung Nila, biasanya berat badan rendah,

Sementara, ungkap dia, Bet Set Monitor sebenarnya sudah banyak. Hanya saja, tandasnya, penggunaan selama ini masih ada di ICU dan ruang operasi. Tapi, lanjut dia, di IGD juga memerlukannya. “Jadi sebelum kita transit di ruangan ICU maupun NICU, ada beberapa kasus penanganan yang memerlukan Bet Set Monitor. Makanya kita mengajukan pengadaan alat ini karena masih terbatas,” terangnya.

Baca Juga: BRI Peduli Tebar Kebahagiaan di Hari Waisak 2026, Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Umat Buddha di Jakarta

Dijelaskan, kecanggihan alat tersebut sudah menyesuaikan kondisi pasien yang perlu penanganan darurat. “Misal dibutuhkan dalam perjalan dari IGD ke NICU kita bisa melakukan tindakan,” katanya mencontohkan.  

Dengan diterimanya alat ini, katanya, sangat membantu bagi perawat di RSI. “Sangat membantu sekali. Sekarang Anda bayangkan, kalau ada pasien yang kondisinya jelek, tidak perlu hitungan jam, hitungan menit saja kondisi pasien dapat berubah,” ucap Nila.

Nila menambahkan, dengan adanya alat tersebut, dipasang sekali saja sudah terdeteksi semua kondisi pasien. “Misal irama jantung, saturasi oksigennya, nadinya, pernapasannya semua terdeteksi,” tambah dia.

 Baca Juga: Yuk Unggah! 10 Link Twibbon Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Gratis dan Baru Cocok Hiasi Story Instagram

Nila mengungkapkan, tidak semua perawat dapat mengoperasikan kedua alat yang diterima dari BRI itu. Disampaikan, ada proses training bagi perawat yang bertugas di unit khusus, seperti ruang NICU dan ICU.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X