Sabtu, 18 Juli 2026

Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Gorontalo Utara, Ratusan Rumah Tertimbun Lumpur dan Warga Dievakuasi, Ini Kondisi Terkininya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:30 WIB
Menyoroti bencana banjir bandang yang melanda 5 desa di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.  (Instagram.com/@pandemictalks)
Menyoroti bencana banjir bandang yang melanda 5 desa di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. (Instagram.com/@pandemictalks)

SketsaNusantara.id - Banjir bandang yang menerjang lima desa di Kabupaten Gorontalo Utara menjadi perhatian luas publik. Peristiwa tersebut ramai dibicarakan setelah sejumlah video dan foto kondisi lapangan beredar di media sosial.

Arus banjir yang deras dilaporkan melanda wilayah Kecamatan Biau. Material lumpur dan kayu terbawa hingga memasuki permukiman warga. Dampaknya tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah desa terdampak.

Dalam unggahan akun Instagram @pandemictalks pada Sabtu, 30 Mei 2026, terlihat derasnya aliran banjir yang menerjang kawasan tersebut. Bencana itu terjadi setelah hujan mengguyur wilayah Kecamatan Biau selama beberapa jam.

Baca Juga: Banjir Kritik, Ustadz Putra Pradipta Sentil Prabowo yang Dianggap Tidak Etis Gunakan dana APBN untuk Berkurban, Salsa Erwina Singgung Ketidakadilan

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo bergerak melakukan penanganan di lokasi. Ratusan warga yang terdampak telah dievakuasi untuk menghindari risiko lebih besar akibat bencana tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. Sejumlah rumah warga dilaporkan tertutup lumpur dengan ketebalan yang bervariasi. Selain rumah tinggal, beberapa tempat usaha masyarakat juga mengalami kerusakan.

Pengelola Data Pusdalops PB BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Nasaru, menjelaskan bahwa kondisi paling terlihat berada di Desa Didingga. Banyak rumah warga masih tertutup material lumpur pascabanjir.

Baca Juga: Geger! Banjir Merah Darah Rendam Joyotakan Solo, Jateng, Ternyata Ini Penyebab Aslinya

"Hasil pemantauan kami di Desa Didingga, sebagian besar rumah warga saat ini tertimbun lumpur," kata Nasaru dalam keterangannya, Jumat 29 Mei 2026.

Selain rumah yang tertutup lumpur, sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat kuatnya arus banjir. Kondisi tersebut membuat proses pembersihan dan pemulihan membutuhkan waktu lebih lama.

Data sementara BPBD Provinsi Gorontalo menunjukkan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kecamatan Biau pada Rabu, 27 Mei 2026. Saat kejadian berlangsung, tinggi genangan air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai sekitar satu hingga dua setengah meter.

Laporan terbaru hingga Sabtu, 30 Mei 2026, mencatat sedikitnya lima desa terdampak bencana tersebut. Desa Bualo menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban terdampak terbesar, yakni 132 kepala keluarga.

Sementara itu, Desa Didingga tercatat sebanyak 115 kepala keluarga terdampak. Desa Biau sebanyak 122 kepala keluarga, Desa Omuto 85 kepala keluarga, dan Desa Luhuto 75 kepala keluarga.

Jika diakumulasikan, sedikitnya 529 kepala keluarga terdampak banjir bandang di lima desa tersebut. Ratusan rumah warga juga masuk dalam kategori terdampak akibat genangan air, lumpur, serta material yang terbawa arus.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X