SketsaNusantara.id - Polemik pembelian hewan qurban oleh Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana APBN masih santer jadi perbincangan publik.
Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada respons tak terduga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengaku belum mengetahui soal penggunaan anggaran tersebut.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo telah menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban ke berbagai daerah di Indonesia yang akan disembelih dan dibagikan kepada masyarakat pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Dalam konferensi pers di Istana Negara Jakarta pada hari Selasa, 26 Mei 2026, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) secara terbuka mengungkapkan bahwa pengadaan ribuan sapi kurban tersebut menggunakan dana APBN melalui pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banpres) dengan total anggaran mencapai sekitar Rp100 miliar.
Dijelaskan pula bahwa besaran biaya pembelian sapi kurban tersebut disesuaikan dengan harga hewan ternak di masing-masing daerah tujuan distribusi.
Namun di tengah ramainya polemik penggunaan dana negara untuk pembelian hewan kurban, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa justru mengaku belum mengetahui detail anggaran tersebut.
Menurutnya, anggaran yang dikeluarkan untuk pembelian hewan qurban kemungkinan berasal dari kementerian lain dan bukan termasuk dalam kewenangannya.
"Kalau masalah itu saya nggak tahu. Saya cek, tapi nggak tahu, mungkin bisa tanya Mensesneg langsung. Saya rasa sih pakai uang mereka sendiri," kata Purbaya saat dimintai tanggapan oleh awak media pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Pernyataan itu langsung memicu perhatian publik. Banyak masyarakat mempertanyakan bagaimana Menteri Keuangan selaku bendahara negara bisa tidak mengetahui penggunaan anggaran APBN dalam jumlah besar yang telah diumumkan secara terbuka oleh Istana Negara.
Respons Purbaya pun memunculkan berbagai komentar warganet di media sosial. Tak sedikit yang menilai hal tersebut mencerminkan buruknya koordinasi dan komunikasi di internal pemerintahan.
"Capek banget dengar penjelasan pemerintah. Tiap ada polemik pasti penjelasannya beda-beda. Sekarang rakyat seperti kecolongan. Presiden pakai APBN buat beli hewan kurban tapi bendaharanya nggak tahu? Apa Pak Purbaya nggak diajak diskusi? Ini bukti komunikasi pemerintah Prabowo jelek banget," tulis salah satu netizen.
"Betapa buruk koordinasi dan komunikasi mereka dalam menjalankan pemerintahan, pantesan negaranya semrawut," imbuh warganet lainnya.
Artikel Terkait
Berangkat Haji Tahun Ini, Purbaya Doakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Makin Bagus, Akui Ingin Tambahkan Nama Baru Setelah Pulang dari Tanah Suci
Purbaya Bantah Jalan Sendiri tanpa Arahan Prabowo, Singgung Dana Rp200 Triliun hingga ‘Disikat’ jika Membangkang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Paket Stimulus Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi Nasional Lebih Kuat
Ternyata Cuma Hoaks! Kemenkeu Tegaskan Narasi Purbaya yang Persilahkan Investor Cari Negara Lain adalah Tidak Benar, Begini Faktanya
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Bongkar Curhatan Suaminya: Ternyata Jadi Menteri Itu Capek
Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Ekonomi Indonesia Mirip Krisis 1998: Sekarang Belum Resesi