MC meminta agar siswa SMAN 1 Pontianak menerima keputusan juri.
“Mohon diterima keputusan dewan juri, karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,” ujar MC perempuan bernama Shincy Lutfiana.
Ia pun menawarkan kepada peserta dari SMAN 1 Pontianak untuk melihat tayangan ulang lomba tersebut setelah acara selesai.
Tak sampai di situ, ketika MC hendak membacakan pertanyaan selanjutnya, dewan juri lainnya, yakni Indri Wahyuni angkat bicara.
“Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya. Dewan juri kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus 5,” ujar Kepala Bagian Sekretarian Badan Sosialisasi MPR.
Juri Menolak Protes Pihak Sekolah
Selain siswa SMAN 1 Pontianak, guru pendamping yang juga hadir dan duduk di bangku penonton pun mencoba melayangkan protes kepada dewan juri.
Namun lagi-lagi upaya tersebut ditolak oleh Indri Wahyuni.
“Ibu mohon maaf, yang berhak menampilkan atau memprotes itu peserta. Guru pendamping tidak berhak. Tapi keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat, itu tidak dapat diganggu gugat ya ibu, mohon maaf,” ujar Indri saat salah satu guru pendamping berdiri untuk menyampaikan pendapatnya.
Acara pun berlanjut hingga selesai. SMAN 1 Sambar keluar menjadi juara 1, disusul SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sanggau.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Mengapa 21 Mei Diperingati sebagai Hari Reformasi? Ini Deretan 6 Fakta Besar yang Mengubah Indonesia Selamanya
PMI Jember Permudah Warga Lewat Layanan Ambulans Antar Jemput Pasien dan Kedaruratan Kesehatan
Haul Sultan Maulana Yusuf Dipadati Ribuan Jemaah, Kirab Budaya hingga Debus Hidupkan Lagi Jejak Kejayaan Banten
Hujan Disertai Angin Hancurkan Rumah Warga Jember, PMI Bergerak Salurkan Bantuan untuk Korban dan Keluarga Duka
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Rektor UIN KHAS Jember Dorong Langkah Tegas Kemenag RI
Cegah Stunting Nasional, BGN Instruksikan SPPG Maksimalkan Layanan MBG bagi Ibu Hamil dan Balita