SketsaNusantara.id – Suasana demonstrasi di depan Pendopo Indramayu pada Kamis, 7 Mei 2026, mendadak mencekam sekaligus riuh.
Sebuah aliansi bernama Aliansi Topi Jerami turun ke jalan bertujuan menemui Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Seperti dikutip dari kanal YouTube MGStelevisi, aliansi ini hendak menemui Lucky Hakim selaku Bupati Indramayu untuk menyuarakan 3 isu terkait lingkungan, pendidikan, dan ekonomi.
Tak hanya unjuk rasa biasa, mereka melakukan aksi teatrikal yang tak lazim, yakni melemparkan ular ke arah area penjagaan aparat saat Lucky Hakim tak menemui mereka.
Meski aksi ini segera memicu perdebatan publik, namun bagi para demonstran, kehadiran reptil tersebut ternyata bukanlah tanpa makna.
Ular yang dilemparkan pendemo pada gerbang pendopo Bupati merupakan simbol tajam atas kebuntuan komunikasi antara rakyat dan penguasa.
Baca Juga: Lepas Ratusan Ular di Sawah, Bupati Indramayu Lucky Hakim Tuai Kritikan Warganet
Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk satir terhadap gaya kepemimpinan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Rupanya beberapa waktu lalu, sang Bupati sempat menarik perhatian publik lewat aksinya melepas ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama.
Bagi Aliansi Topi Jerami, aksi Bupati tersebut dianggap sebagai drama seremonial yang jauh dari solusi substantif.
Baca Juga: KPK Periksa 9 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka
Di balik aksi provokatif tersebut, Aliansi Topi Jerami membawa rapor merah terkait tiga sektor krusial di Indramayu.
Isu pertama adalah isu lingkungan, aliansi menilai kepemimpinan Lucky Hakim dianggap minim mitigasi bencana ekologis dan penanganan limbah yang belum tuntas.
Artikel Terkait
Fakta Mengejutkan Kasus Joki UTBK di Surabaya: Komplotan Pelaku Sudah 9 Tahun Beroperasi Libatkan Dokter hingga ASN, Patok Harga sampai Ratusan Juta!
Berapa Usia Haerul Saleh? Inilah Sosok Anggota BPK RI yang Meninggal Dunia Diduga Terjebak dalam Ruangan Kantor saat Rumahnya Kebakaran
Syok! Pengguna Instagram Mendadak Kehilangan Banyak Followers dalam Beberapa Hari Terakhir, Ternyata Meta Lagi 'Bersih-Bersih'? Begini Penjelasannya
UIN Walisongo Semarang Buka Suara Terkait Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Dosen, Siap Usut Tuntas hingga Bentuk Tim Investigasi
Tampung Isu Penutupan TPA Pakusari, DPC PKB Jember Soroti Alokasi Anggaran Pengelolaan Sampah yang Minim
Polresta Pati Tangkap Seorang Pria di Bekasi, Diduga Bantu Kiai Ashari, Tersangka Kasus Pencabulan Kabur