SketsaNusantara.id - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember secara tegas menyoroti isu yang berkembang, terkait dengan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari yang kini kondisinya overload.
Isu tersebut ramai dibicarakan oleh masyarakat dan para pengasuh pondok pesantren lalu disampaikan ke DPC PKB Jember, untuk meminta solusi terbaiknya.
Melihat kondisi tersebut Ketua DPC PKB Jember Ayub Juanidi mengatakan, aspirasi yang disampaikan para masyarakat dan pondok pesantren ini terkait dengan adanya rencana penutupan TPA Pakusari.
"Tetapi setelah kami lihat suratnya, ternyata ini berkaitan dengan adanya sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah yang tidak maksimal dan Ponpes bingung harus bagaimana," ujarnya saat dikonfirmasi di DPC PKB Jember, Jumat 8 Mei 2026.
Bila merujuk pada surat dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Kabupaten Jember, terlihat ada beberapa catatan penting terkait dengan pengelolaan sampahnya.
Pengelolaan sampah pada bulan Agustus-Desember 2026, tercatat bahwa timbulan sampah mencapai 1.046,35 ton/hari dan yang baru dikelola sebesar 19,78 ton/hari atau 1,89 persen.
Baca Juga: Darurat Sampah, Produksinya Capai Ribuan Ton per Hari, DPRD Jember Desak Penanganan Serius
Ayub menilai, bahwa Kementerian Lingkungan Hidup sudah benar memberikan sanksi terkait pengelolaan sampah yang kurang maksimal.
"Jadi seharusnya ini direspon cepat oleh Pemkab Jember, sehingga bisa menyesuaikan berdasarkan aturan dari Kementerian Lingkungan Hidup," imbuhnya.
"Termasuk juga adanya tidak boleh menggunakan praktik Open Dumping, karena menurut Kemen LH ini akan berpotensi mencemari lingkungan sekitarnya," terangnya.
Maka menurutnya, Pemkab Jember harus segera membuat sistem pengelolaan sampah ini yang sesuai dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
"Sehingga tidak hanya sebatas surat edaran saja, melainkan juga menyiapkan perangkatnya terlebih dahulu dan termasuk memerikan sosialisasi yang masif kepada masyarakt untuk mulai memilah sampah rumah tangganya," paparnya.
Artikel Terkait
Viral! Mobil Pengantar Makanan MBG Kedapatan Angkut Sampah, SPPG Siriwini 002 Dikecam
Ahli Astronomi Sebut Benda Bercahaya di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa, Apa Itu? Berikut Ini Jenis dan Bahayanya
Fakta Menarik Space Debris, Sampah Antariksa yang Sering Terlihat Mirip Meteor Jatuh di Langit Indonesia, Keberadaannya Bisa Mengganggu Orbit Bumi?
Banjir Luapan di Kecamatan Mumbulsari, Bupati Jember Gus Fawait: Ini Akibat Pendangkalan Sungai dan Penumpukan Sampah
Jangan Buang Sampah Sembarangan! KAI Daop 1 Jakarta Siapkan Sanksi Tegas, Ingatkan Risiko Kesehatan dan Gangguan Operasional
Mulai Ramai Pengunjung, Air Terjun Watu Ondo di Tempurejo, Jember Mulai Dipenuhi Sampah
Krisis BBM, Aktivitas Pengelolaan di TPA Burangkeng Bekasi Lumpuh Total, Antrean Truk Sampah Mengular
Heboh Penampakan Cahaya Merah Melayang di Langit Condongcatur Sleman Yogyakarta, Benarkah Cuma Flare atau Sampah Antariksa? Begini Penjelasan BRIN
Darurat Sampah, Produksinya Capai Ribuan Ton per Hari, DPRD Jember Desak Penanganan Serius
Tumpukan Sampah Menggunung, DPRD Jember Dorong Pengelolaannya Secara Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir