Selain itu di sektor pendidikan mereka menilai adanya ketimpangan akses fasilitas pendidikan di wilayah pelosok Indramayu.
Ketiga adalah masalah ekonomi di mana angka pengangguran dan daya beli masyarakat yang dinilai stagnan meski janji politik terus bergulir.
Atas beberapa alasan kekecewaan tersebut dan tak ditemui, massa kemudian melakukan aksi lempar ular sebagai simbol puncak frustrasi masyarakat terhadap narasi-narasi simbolis.
Masyarakat menganggap bahwa Lucky Hakim selaku bupati selama ini kerap tampil di media sosial pemerintah, namun kontras dengan realita di lapangan.
Aksi ini disebut sebagai simbol bahwa rakyat tidak butuh aksi teatrikal dari pemimpinnya, namun mereka butuh kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan hidup dan masa depan daerah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Fakta Mengejutkan Kasus Joki UTBK di Surabaya: Komplotan Pelaku Sudah 9 Tahun Beroperasi Libatkan Dokter hingga ASN, Patok Harga sampai Ratusan Juta!
Berapa Usia Haerul Saleh? Inilah Sosok Anggota BPK RI yang Meninggal Dunia Diduga Terjebak dalam Ruangan Kantor saat Rumahnya Kebakaran
Syok! Pengguna Instagram Mendadak Kehilangan Banyak Followers dalam Beberapa Hari Terakhir, Ternyata Meta Lagi 'Bersih-Bersih'? Begini Penjelasannya
UIN Walisongo Semarang Buka Suara Terkait Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Dosen, Siap Usut Tuntas hingga Bentuk Tim Investigasi
Tampung Isu Penutupan TPA Pakusari, DPC PKB Jember Soroti Alokasi Anggaran Pengelolaan Sampah yang Minim
Polresta Pati Tangkap Seorang Pria di Bekasi, Diduga Bantu Kiai Ashari, Tersangka Kasus Pencabulan Kabur