SketsaNusantara.id - Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ kembali berlanjut dan menyasar hunian wartawan di Jakarta. Inisiatif ini digagas oleh PT Sirkular Karya Indonesia bersama Promedia Group. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal bagi pekerja media.
Pelaksanaan terbaru dilakukan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Salah satu penerima manfaat adalah wartawan yang mengalami kondisi rumah kurang layak. Atap rumah yang sebelumnya bocor dan rawan bahaya menjadi perhatian utama dalam program ini.
"Di bagian belakang rumah, setiap kali hujan, karena bocor jadi nya banjir. Selain itu, pernah juga ke setrum beberapa kali di dalam kamar. Dan alhamdulilah ternyata saya terpilih sebagai salah satu penerima program baik ini," kata Septya Santi.
Baca Juga: Tak Sampai 3 Hari, Atap Rumah Wartawan Diganti Alduro, Ini Keunggulan Dibanding Seng dan Asbes
Proses penggantian atap diawali dengan tahap pengukuran bangunan. Setelah itu, tim menyiapkan berbagai material yang dibutuhkan. Mulai dari rangka baja ringan hingga peralatan kerja disiapkan secara menyeluruh.
Pengerjaan dilakukan oleh tenaga berpengalaman dengan jumlah yang disesuaikan kondisi lokasi. Dalam pelaksanaannya, tim membawa enam orang pekerja. Proses penggantian atap disebut dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
"Personil anak buah yang dibawa kesini ada 6 orang, karena untuk jumlah pekerja tergantung lokasi tempat kerjanya. Asal kan enggak ada banyak perubahan untuk jalur airnya atau segala bentuk talang, biasanya rata-rata kita langsung bisa pasang itu cuma butuh waktu 3-4 hari. Mengikuti kondisi bangunan yang sudah ada, jadi tinggal pasang rangka, baja ringan dan pasang atap Alduro nya," jelas Junaedi.
Atap lama yang sebelumnya menggunakan seng dan asbes diganti dengan material baru. Material tersebut memiliki ketebalan lebih tinggi dibandingkan atap konvensional. Perubahan ini berdampak pada kenyamanan suhu di dalam rumah.
Setelah penggantian selesai, kondisi rumah mengalami perubahan signifikan. Bagian dalam rumah menjadi lebih sejuk meski cuaca panas. Selain itu, risiko kebocoran dan gangguan listrik juga dapat diminimalkan.
Program ini juga membawa pesan edukasi terkait hunian sehat. Penggunaan material yang lebih aman menjadi salah satu fokus utama. Atap berbahan tertentu dinilai memiliki risiko bagi kesehatan jika digunakan dalam jangka panjang.
Selain itu, material yang digunakan berasal dari konsep daur ulang. Hal ini menjadi bagian dari upaya mengurangi permasalahan sampah plastik. Pendekatan tersebut juga mendorong pemanfaatan kembali bahan yang sebelumnya tidak terpakai.
PT Sirkular Karya Indonesia menyebut program ini sebagai bagian dari misi ekonomi sirkular. Upaya tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam. Program ini juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi dengan Promedia Group menjadi bagian dari pelaksanaan program ini. Wartawan dipilih sebagai penerima manfaat karena perannya dalam menyampaikan informasi publik. Program ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap profesi tersebut.
Artikel Terkait
Apa Bedanya dengan LPG? Bahlil Usulkan CNG Jadi Pengganti Gas Elpiji yang Diklaim Lebih Murah, Ini Kelebihan dan Keamanan untuk Kebutuhan Rumah Tangga
Daftar Ucapan Hari Lupus Sedunia 10 Mei 2026, Bagikan untuk Memberi Semangat Pejuang Lupus Seluruh Dunia
10 Link twibbon Idul Adha 1447 Hijriah, Kirim Foto Paling Kekinian dan Modis di Media Sosial Spesial Hari Raya Kurban 2026
Gunakan Segera! Ucapan Menyambut HUT kabupaten Mojokerto ke-733, Semarakan di Media Sosial pada 9 Mei Nanti