"Tragedi ini tidak boleh sia-sia. Ini harus menjadi titik balik untuk membangun sistem transportasi publik yang lebih aman, efisien, dan akuntabel," katanya.
Ia menambahkan bahwa reformasi harus dilakukan secara menyeluruh. Langkah tersebut mencakup audit aset dan penataan ulang sistem yang ada.
Penghentian praktik yang tidak transparan juga menjadi bagian dari usulan. Selain itu, sanksi tegas bagi pihak yang menghambat juga diperlukan.
Rieke menilai bahwa kecelakaan ini bukan kejadian tunggal. Peristiwa tersebut disebut sebagai bagian dari pola yang berulang.
Hal ini menunjukkan adanya persoalan dalam tata kelola perkeretaapian. Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Dalam peristiwa ini, tercatat sebanyak 16 orang meninggal dunia. Seluruh korban merupakan pekerja perempuan yang menjadi penumpang kereta.
Daftar korban mencakup berbagai usia dan latar belakang. Beberapa di antaranya berasal dari wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Selain korban meninggal, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Penanganan terhadap korban terus dilakukan oleh pihak terkait.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian berbagai lembaga negara. Upaya perbaikan sistem menjadi fokus dalam respons yang disampaikan.
Langkah lanjutan diharapkan dapat memperbaiki kondisi yang ada. Evaluasi dan reformasi menjadi bagian dari proses yang sedang didorong.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kesaksian Salah Satu Korban Luka-Luka dari Kecelakaan KRL dan KAJJ Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur: 3 Jari Kebanting di Aspal
Pengamat Transportasi Soroti Insiden KRL Bekasi, Ungkap Penyebab Utama Kecelakaan, Perlu Evaluasi Keandalan Infrastruktur dan 'Human Error'
Habib Jafar Doakan Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Data Terbaru 14 Meninggal dan 84 Luka
Lengkap! Daftar 59 Nama Korban Kecelakaan Maut KRL vs KA Argo Bromo
Profil Arifah Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Usul Pemindahan Gerbong Wanita Pasca Kecelakaan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo