Selain itu, Ketua Kelompok Riset DKV ITERA, Namuri Migotuwio, menyampaikan bahwa program ini tidak berhenti pada tahap ide. Ia menyebut akan ada diskusi lanjutan terkait pengembangan dan strategi branding kawasan tersebut.
Kegiatan workshop berlangsung dengan suasana terbuka. Peserta diajak melihat langsung kondisi lokasi sebelum berdiskusi mengenai ide pemanfaatan ruang.
Salah satu anggota komunitas, Dwi, memandu peserta mengelilingi area Shopping Center. Ia memperkenalkan beberapa ruang yang telah digunakan sebagai tempat berkegiatan kreatif.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir perwakilan pedagang dan unsur pemerintah daerah. Kehadiran mereka menunjukkan adanya dukungan terhadap upaya pengaktifan kembali kawasan tersebut.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, Shopping Center Metro mulai diarahkan menjadi ruang baru bagi aktivitas kreatif. Proses ini diharapkan mampu menghidupkan kembali fungsi bangunan yang sempat terhenti.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kolaborasi Promedia Group dan ICCN Resmi Dimulai, Targetkan Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif di Seluruh Indonesia
ICCN Luncurkan Buku Retrospektif Kota Kreatif Indonesia, Kolaborasi Lebih dari 50 Penulis Rekam Perjalanan Kota Kreatif dari Yogyakarta hingga Blitar
ICCN Buka Pendaftaran IP Kreatif 2026, Dari Ide hingga Produk Siap Komersial Bisa Ikut Program Kolaborasi
Film Pelangi di Mars Tayang Hari Ini 18 Maret 2026, ICCN Ajak Publik Dukung Karya Animasi Anak Bangsa di Bioskop