SketsaNusantara.id - Peristiwa penggerebekan sebuah tempat penitipan anak (daycare) di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta menghebohkan masyarakat. Aksi tersebut dilakukan oleh Sat Reskrim Polresta Yogyakarta pada Jumat, 24 April 2026, yang sekaligus berujung pada penyegelan lokasi.
Penggerebekan ini dilakukan menyusul adanya dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di daycare tersebut. Informasi awal menyebutkan adanya perlakuan tidak layak terhadap anak, yang memicu keresahan publik setelah beredar di media sosial.
Sejumlah warga mengungkapkan dugaan bahwa anak-anak di tempat penitipan tersebut mengalami tindakan kekerasan, termasuk diperlakukan secara tidak manusiawi seperti ditelanjangi dan diikat menggunakan handuk. Dugaan tersebut kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.
Informasi mengenai penggerebekan ini turut diungkap oleh akun Instagram Instagram @jogjaguardian yang berkolaborasi dengan kepolisian daerah setempat. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa tindakan tegas dilakukan setelah ditemukan indikasi pelanggaran prosedur dalam pengelolaan daycare.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa tempat penitipan anak tersebut diduga tidak menjalankan kegiatan sesuai standar operasional yang berlaku. Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung dengan memintai keterangan dari sejumlah pihak yang diduga terlibat.
Keterangan resmi juga disampaikan oleh Brigadir Reno Tanzil melalui kanal media sosial, yang menegaskan bahwa kasus ini telah ditangani oleh penyidik.
“Saat ini telah dalam penanganan Sat Reskrim Polresta Yogyakarta dengan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait,” tulisnya.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa saat penggerebekan berlangsung, petugas menyaksikan secara langsung tindakan yang dinilai tidak pantas dilakukan terhadap anak-anak. Temuan tersebut menjadi dasar bagi aparat untuk segera mengambil langkah cepat di lokasi.
Prioritas utama petugas saat itu adalah memastikan keselamatan anak-anak. Mereka langsung mengevakuasi dan mengamankan anak-anak dari lokasi daycare dengan pendekatan yang humanis. Petugas berupaya memberikan rasa aman agar anak-anak tidak mengalami trauma lebih lanjut.
Pendekatan tersebut diapresiasi oleh masyarakat. Dalam unggahan yang sama, akun @jogjaguardian menyampaikan penghargaan kepada aparat yang dinilai tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga menunjukkan empati tinggi terhadap anak-anak.
“Kepolisian yang tegas saat menegakkan hukum dan di saat yang sama mampu menjadi figur orang tua yang memberikan rasa aman,” tulis akun tersebut.
Artikel Terkait
Kasus Kekerasan Anak Terjadi Lagi pada Sebuah Daycare di Pekanbaru yang Dilakukan oleh Oknum Pengasuh, Ini Curahan Hati Orang Tua Korban
Tetap Buka Meski Telah Dilaporkan 5 Orang Karena Lakukan Kekerasan pada Anak, Alasan Pemilik Daycare di Pekanbaru Ini Bikin Geram Orang Tua Korban
Masih Buka Sampai Sekarang, Inilah Deretan Aksi Kejam Oknum Pengasuh Daycare di Pekanbaru yang Lakukan Kekerasan pada Anak
Polisi Ringkus Pemilik Daycare Pekanbaru yang Lakukan Kekerasan pada Anak, Korban Diperlakukan Kejam dan Sadis!
Medan Viral! Lagi-Lagi Kasus Dugaan Kekerasan Pada Anak di Daycare, Netizen Ramai Singgung Kak Seto, Ada Apa?