Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan yang harus dijalankan secara profesional dan penuh empati.
Menurutnya, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan relawan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan darurat di masyarakat.
Sinergi antara PMI dan pemerintah daerah dinilai mampu memperkuat sistem respons cepat terhadap kondisi kritis yang dialami warga. Kehadiran langsung Bupati di lokasi juga menjadi bukti bahwa perhatian terhadap petugas lapangan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga emosional.
Peristiwa ini sekaligus menggambarkan sisi kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan, di mana relawan tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga menghadapi tekanan mental yang tidak ringan.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan para relawan PMI tetap memiliki semangat tinggi dalam menjalankan tugasnya. Mereka bukan hanya sekadar petugas, tetapi juga garda terdepan dalam memberikan harapan di tengah situasi darurat.
Momentum ini menjadi refleksi bahwa pelayanan kemanusiaan membutuhkan kerja sama, empati, dan ketangguhan, baik dari relawan maupun pemerintah, demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat luas di Kabupaten Jember.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
PMI Jember Gelar Halalbihalal 2026, Tekankan Ukhuwah dan Pentingnya Membersihkan Hati
Jalan Penghubung RT di Kepatihan Jember Lumpuh Akibat Longsor, PMI dan BPBD Turun Tangan Lakukan Penanganan Cepat
Program Bunga Desaku Bantu Pendonor Tepat Waktu, PMI Jember Hadirkan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
Rumah Lansia 95 Tahun di Ledokombo Ludes Terbakar, PMI Jember Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Darurat
25 Relawan SIBAT PMI Jember Ikuti Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Desa Puger Kulon