Jumat, 12 Juni 2026

Bupati Jember Turun Langsung ke IGD, Beri Motivasi Petugas PMI Setelah Tangani Kasus Darurat

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Selasa, 21 April 2026 | 10:11 WIB
Usai evakuasi pasien meninggal, petugas PMI Jember dapat dukungan moral dari Bupati Fawait (Dok. PMI Jember)
Usai evakuasi pasien meninggal, petugas PMI Jember dapat dukungan moral dari Bupati Fawait (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember kembali menunjukkan peran pentingnya dalam layanan kemanusiaan, khususnya dalam penanganan kondisi darurat.

Momen haru terjadi di Instalasi Gawat Darurat RSD dr. Soebandi pada Senin sore 20 April 2026 ketika Bupati Jember, Gus Fawait, hadir langsung memberikan dukungan kepada petugas ambulans PMI.

Kehadiran orang nomor satu di Jember tersebut bukan tanpa alasan. Ia datang untuk menyemangati tim relawan PMI yang baru saja menjalankan tugas evakuasi pasien dalam kondisi kritis. Tiga petugas yang ditemui yakni Imron Syafii, Imam Rosidi, dan Wachid Budhisantoso, terlihat masih terpukul setelah pasien yang mereka tangani dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Baca Juga: PMI Jember Buka Rekrutmen Relawan KSR 2026, Kesempatan Emas Pemuda Berkontribusi di Bidang Kemanusiaan dan Kebencanaan

Pasien tersebut diketahui bernama Dahlia (48), seorang guru sekolah dasar yang berdomisili di wilayah Sumbersari. Ia sebelumnya dilaporkan pingsan di rumahnya dan segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans PMI. Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.

Melihat kondisi psikologis para petugas, Bupati Fawait langsung mendekati dan memberikan motivasi. Ia meminta para relawan untuk tetap tegar dan tidak menyalahkan diri atas kejadian tersebut.

“Tidak perlu merasa bersalah. Kalian sudah berusaha maksimal. Tetap semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Fawait di hadapan para petugas.

Baca Juga: PMI Jember Latih 25 Relawan SIBAT Puger Wetan, Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Wilayah Pesisir

Dukungan tersebut menjadi suntikan moral bagi tim ambulans yang selama ini bekerja di garis depan pelayanan darurat. Mereka harus menghadapi berbagai situasi sulit, termasuk berpacu dengan waktu demi menyelamatkan nyawa.

Imron Syafii, yang bertugas sebagai pengemudi ambulans, menjelaskan bahwa timnya telah berupaya maksimal sejak menerima laporan. Ia bahkan mengambil jalur tercepat demi mempercepat waktu tempuh menuju rumah sakit.

“Kami berusaha secepat mungkin agar pasien segera mendapatkan penanganan medis. Selama perjalanan, tim juga memberikan bantuan oksigen,” jelasnya.

Baca Juga: Antisipasi Bencana di Pesisir Selatan, PMI Jember Gelar Orientasi SIBAT untuk Bekali Relawan Hadapi Situasi Darurat

Sementara itu, dua rekannya, Imam Rosidi dan Wachid Budhisantoso, bertugas memberikan penanganan awal kepada pasien selama perjalanan. Kondisi pasien saat itu sudah dalam keadaan kritis dan terus didampingi oleh keluarga hingga tiba di IGD.

Meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan, dedikasi tim ambulans PMI tetap mendapat apresiasi. Keesokan harinya, Selasa pagi 21 April 2026, PMI Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dengan mengantarkan jenazah almarhumah ke tempat pemakaman.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X