SketsaNusantara.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menunjukkan tindakan tegas dengan mendatangi langsung sebuah pangkalan LPG di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Tak sekadar meninjau, Bupati bersama perwakilan PT Pertamina Patra Niaga langsung menjatuhkan sanksi terberat berupa penutupan pangkalan tersebut.
Dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, langkah ini diambil setelah adanya temuan praktik "nakal" yang ditengarai menjadi pemicu utama kelangkaan gas elpiji 3 kg di wilayah Candipuro dan sekitarnya.
Kedatangan orang nomor satu di Lumajang ini mengejutkan pengelola pangkalan. Dalam inspeksi tersebut, ditemukan indikasi bahwa pangkalan tersebut merupakan satu tempat sebagai penyebab kelangkaan LPG di Lumajang.
Bupati bersana pihak Pertamina langsung mendatangi pangkalan dan ia langsung menemukan sumber kelangkaan BBM di Lumajang.
Di pangkalan tersebut, Indah Amperawati menemukan sekitar 1000 lebih tabung LPG, jumlah yang melebihi kewenangan pangkalan.
"Ditemukan dengan bukti-bukti akurat adalah jumlah tabung yang lebih dari kewenangan pangkalan," tegas Indah Amperawati.
"Jadi pangkalan itu kewenangannya 100 tabung melon dan 100 untuk stok tapi yang terjadi di pangkalan ini ketika staff saya datang sekitar 1000 lebih," imbuhnya.
Atas penemuan tersebut, Indah kemudian turun langsung ke pangkalan dan menurunkan papan pangkalan dan menutupnya.
Sementara itu pemilik pangkalan LPG 3 kg tersebut menyatakan bahwa dirinya hanya menjalankan pihak agen hingga di pangkalannya terkumpul 1000 tabung.
"Itu diperintahkan agen, jadi posisi biar agen cepat bongkar biar masuk ke pengisian lagi," ungkap Anton, pemilik pangkalan yang ditutup bupati.
Artikel Terkait
Pemerintah Tunjuk Pertamina Jalankan LPG Satu Harga, Akhiri Ketimpangan Energi di Pelosok Mulai 2026
Dampak Jalur Gumitir Ditutup? Warga Jember Ramai Keluhkan Stok BBM hingga Gas LPG Makin Menipis di Berbagai Daerah
Aturan Baru LPG 3 Kg 2026: Pembelian Wajib Pakai NIK, Pemerintah Tegaskan Penyaluran Harus Tepat Sasaran
Puan Maharani Dukung Wacana Pembelian LPG 3 Kg Pakai NIK Mulai 2026, Pastikan Subsidi Tepat Sasaran dan Tak Bebani Rakyat
Pelaku Pembobol Toko dan Lapak UMKM di Jember Berhasil Ditangkap, Polisi Sita Tabung Gas LPG 3 Kg hingga Beras