SketsaNusantara.id - Kejadian demi kejadian tidak mengenakkan terus terjadi di tengah berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rentetan kasus keracunan setelah mengkonsumsi MBG sudah tak terhitung lagi jumlahnya.
Terbaru, guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Purbalingga mengeluhkan terkait tata kelola program MBG di sekolahnya.
Baca Juga: Sisa MBG Dikumpulkan Guru Jadi Pakan Bebek, Guru: daripada Dibuang Sia-Sia
Pasalnya, guru MIN 1 Purbalingga tersebut diminta untuk membereskan dan mengikat tumpukan ompreng yang telah habis disantap para siswa.
Tigas tambahan guru tersebut dinilai bukanlah tanggung jawab para guru.
Seperti dilansir dari akun X @menuembegejelek, dibagikan pula tangkapan layar pesan dari Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG).
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Jaktim, 72 Siswa dari 4 Sekolah Dirawat, Pramono Anung Ungkap Kondisi Korban
"Pak tolong untuk masalah ompreng nanti tolong dirapikan dan diikat per kelas. Ompreng sendiri, tutup sendiri. Terima kasih," demikian isi pesan dari SPPG tersebut.
Guru di MIN tersebut menegaskan bahwa hal itu bukanlah tugasnya, terlebih ia bukan pegawai SPPG.
"SPPG-nya makin ngelunjak,"
Baca Juga: Tegas! BGN Hentikan Insentif Mitra MBG Jika Fasilitas Tak Layak atau Gagal Operasi
"Maaf guru bukan pegawai SPPG, disuruh-suruh beresin ompreng. SARU!," tulisnya.
Sontak hal ini ramai menuai beragam komentar dari netizen.
Artikel Terkait
Buntut Konten Joget di Dapur MBG, SPPG Milik Hendrik Irawan Resmi Dihentikan, Ini Tanggapannya...
Kontroversi SPPG Bengkulu Makin Panas, Wehelmi Ade Tarigan Balas Kritik Netizen soal Joget Rp6 Juta dan Dampak MBG
Rakortas Bersama Presiden Prabowo Putuskan MBG 6 Hari untuk Daerah 3T, Fokus Percepatan Penurunan Stunting
Jelang Operasional SPPG 31 Maret 2026, BGN Tegaskan Sanksi Tegas bagi Mitra Program MBG yang Mark Up Harga
Viral! Mobil Pengantar Makanan MBG Kedapatan Angkut Sampah, SPPG Siriwini 002 Dikecam