Kamis, 4 Juni 2026

Haul ke 136, Mantan Ketua PWNU Jatim Ajak Jaga Spirit Perjuangan dan Keteladanan KH Asy'ari

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 5 April 2026 | 08:35 WIB
Ribuan jamaah menghadiri acara haul ke 136 KH Asy'ari di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (SketsaNusantara.id)
Ribuan jamaah menghadiri acara haul ke 136 KH Asy'ari di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Haul harus mampu menjaga berbagai keteladanan dari tokoh yang diperingati. Termasuk merawat berbagai tradisi yang sudah dicontohkan.

Hal itu ditegaskan KH Marzuqi Mustamar dalam puncak haul ke-136 KH Asy'ari di Desa Keras Kecamatan Diwek, Jombang,  Sabtu 4 April 2026, malam. Acara ini dihadiri sedikitnya seribu lebih warga nahdliyin.

Tampak hadir Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Soleh dan Rais Syuriah KH Nur Hadi (Mbah Bolong). Juga Asisten 1 Pemkab Jombang, Kepala Bappeda, Kepala BKSDM dan Kasubag Kementerian Agama Jombang. Termasuk perwakilan Forkopimcam Diwek, kepala desa Keras beserta jajaran.

Baca Juga: Halalbihalal, Guru MI Mengabdi 40 Tahun di Jombang ini Terima Hadiah

Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembacaan shalawat oleh Group As-Syafaat Ngoro. Dilanjut dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil.

KH Abdul Gholib, selaku perwakilan dzuriyah KH Asy'ari, mengakui acara tidak hanya mendoakan KH Asy'ari. "Tapi juga mendoakan anak cucu kita agar menjadi anak yang sholih," ujarnya.

Ketua Yayasan KH Asy'ari Keras ini menambahkan, rangkaiam haul tidak hanya pengajian umum. "Tapi juga jalan sehat, khatmil Quran dan seni hadrah," imbuhnya.

Baca Juga: 12 Ucapan Paskah 2026 Penuh Doa dan Sukacita dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, Termasuk Kalimat ‘Happy Easter’

Pemerintah Kabupaten Jombang menyambut baik kegiatan haul ini. Melalui Asisten 1 Pemkab Jombang, Purwanto, mengapresiasi kegiatan yang digelar di Desa Keras ini.

"Meski Abah Bupati tidak bisa hadir, tapi beliau mengutus kami untuk hadir langsung ke sini," ujarnya. Dia berharap, selain mendoakan KH Asy'ari, warga Jombang bisa meniru berbagai keteladanan dari sosok KH Asy'ari.

Saat menyampaikan tausiyah, KH Marzuqi Mustamar juga banyak mengkoreksi beberapa amaliyah yang dianggap kurang pas. "Terutama tidak sesuai dengan keputusan NU dan pendapat mu'tabar," ujarnya.

Baca Juga: Ahli Astronomi Ungkap Dugaan Benda Bercahaya yang Melintas di Langit Lampung: Bukan Komet

Termasuk dalam bersuci yang tertutup sebagian anggota badannya oleh perban luka. "Termasuk imam yang shalatnya duduk, sedangkan makmumnya berdiri, itu tidak sah," imbuhnya.

Ketua PWNU Jawa Timur periode 2018-2023 ini juga mengkoreksi shalat para jamaah haji. "Terutama yang qadha shalat, padahal dia sudah mukim di sana karena sudah lebih dari seminggu tinggal di tanah suci," ujarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X