SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis pagi, 2 April 2026.
Peringatan tersebut merupakan langkah antisipasi pasca gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang melanda wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026 sekitar pukul 5.48 WIB.
“Pemutakhiran: Peringatan dini tsunami untuk wilayah Malut dan Sulut,
tulis BMKG dalam keterangan resminya melalui akun X @infoBMKG.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Puncaknya Diprediksi Agustus
BMKG juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan juga waspada dalam menyikapi peringatan dini tersebut.
Warga diminta untuk mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Selain BMKG, Sistem Peringatan Tsunami di Amerika Serikat juga mengeluarkan rilis peringatan dini tsunami pasca gempa di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus dan Cenderung Lebih Kering
Dikutip dari laman Reuters, U.S Tsunami Warning Centers mengatakan kemungkinan adanya gelombang tsunami setinggi 0,3 hingga 1 meter di atas permukaan air pasang akan terjadi di beberapa pantai di tanah air.
Dalam rilis resminya, BMKG juga telah mendeteksi adanya tsunami di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara.
Dikutip dari laman resminya, tsunami akibat gempa Magnitudo 7,6 terdeteksi di Belang pada Kamis pagi pukul 6.36 WIB dengan tinggi gelombang 0,68 meter.
Begitu juga di Bitung (6:15 WIB) dengan tinggi gelombang 0,20 meter, di Halmahera Barat (6:08 WIB) setinggi 0,3 meter, Minahasa Utara (6:18 WIB) setinggi 0,75 meter hingga Sidangoli (6:16 WIB) dengan tinggi air 0,35 meter.
Artikel Terkait
Detik-Detik Petinju Belda Brig Sando Lumpuhkan Turis Rusia di Bali, Diduga Berbuat Onar dan Lecehkan Perempuan
Pemerintah Siapkan Bansos Tambahan di Tengah Wacana BBM Naik, Penerima Bisa Melonjak 2 Kali Lipat
Misi Perdamaian Berujung Duka, Jusuf Kalla Ajak Doakan Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Pemerintah Buka Opsi WFH Swasta Seminggu Sekali, Hari Bebas Ditentukan Perusahaan
Video Viral Mobil SPPG di Bandara Lombok Picu Pertanyaan, Diduga Disalahgunakan untuk Kepentingan Pribadi
Pencarian Hari Ke-5, Tim SAR Masih Belum Menemukan Wisatawan Asal Cianjur yang Terseret Ombak Pantai Papuma Jember