Kamis, 4 Juni 2026

Tegas! Indonesia Tolak Pembelaan Israel, Desak PBB Lakukan Investigasi Menyeluruh Terkait Serangan yang Menewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 2 April 2026 | 08:30 WIB
Indonesia kecam serangan Israel sebagai kejahatan perang dan mendesak PBB lakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden yang menewaskan 3 prajurit TNI di Lebanon  (Instagram/kemlu_ri)
Indonesia kecam serangan Israel sebagai kejahatan perang dan mendesak PBB lakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden yang menewaskan 3 prajurit TNI di Lebanon (Instagram/kemlu_ri)

SketsaNusantara.id - Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan investigasi secara menyeluruh dan transparan terkait gugurnya 3 personel TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.

Sebagaimana diketahui, 3 prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian (UNIFIL) gugur dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam tugas misi perdamaian PBB akibat terkena serangan artileri di Adshit Al-Qusyr, Lebanon Selatan, pada hari Minggu, 29 Maret 2026.

Serangan tersebut terjadi saat situasi memanas di Lebanon Selatan, yang mengakibatkan 3 rekannya terluka dan 1 diantaranya mengalami koma.

Baca Juga: Pemerintah Berikan Penghargaan Tertinggi untuk Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Kemanusiaan di Lebanon, Publik Desak Indonesia Keluar dari BOP

PBB juga mengumumkan adanya 2 prajurit TNI lainnya yang gugur pada 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan.

Keduanya adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan, saat menjalankan misi perdamaian.

Israel sendiri menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi dan memastikan bahwa serangan di Lebanon berasal dari Hizbullah, bukan dari IDF.

Baca Juga: Israel Pasang Badan Sebut 3 Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Kemanusiaan di Lebanon Belum Tentu Akibat Serangan IDF, Begini Penjelasannya

"Serangan 30 Maret bisa dipastikan bahwa pasukan penjaga perdamaian UNIFIL terkena ledakan dari perangkat milik Hizbullah, dalam insiden di dekat Bani Hayan." kata Danny, perwakilan Israel untuk PBB.

"Selain itu, penembakan posisi UNIFIL di dekat Adshid Al-Qash pada 29 Maret yang menyebabkan pasukan penjaga perdamaian gugur juga dilakukan oleh Hizbullah. IDF (tentara Israel) tidak menembak dekat posisi tersebut," tandasnya.

Dalam rapat darurat yang digelar di ruang sidang Dewan Keamanan PBB, pada hari Rabu, 1 April 2026, Indonesia dengan tegas menolak argumen dari pihak Israel.

Indonesia keberatan dengan alasan teknis yang disampaikan pihak Israel dan menilai konflik yang terjadi di Lebanon terjadi akibat serangan berulang yang turut menyasar penjaga perdamaian.

"Kami menuntut segera untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bukan penjelasan dari Israel," kata Umar Hadi, Wakil Tetap RI untuk PBB dalam forum yang digelar pada hari Rabu, 1 April 2026, dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube UN WEB TV.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X