SketsaNusantara.id - Video kondisi jalan rusak di Desa SP3 Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, viral di media sosial. Jalan tersebut terlihat berlumpur dan licin saat dilalui warga. Kondisi itu disebut telah berlangsung lama tanpa perbaikan berarti.
Unggahan video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @elisabetmurniw. Dalam sejumlah video, terlihat kendaraan kesulitan melintas di jalan tanah merah. Warga bahkan harus bergotong royong menarik mobil yang terjebak di lumpur.
Tak hanya itu, pejalan kaki dan pengendara sepeda motor terpaksa menggunakan papan kayu. Papan tersebut dibentangkan di pinggir jalan untuk membantu melintas. Kondisi ini kemudian memicu perhatian publik di media sosial.
Dalam unggahannya, pengunggah video menyampaikan keluhan kepada pemerintah. Ia bahkan menyebut akan terus memviralkan kondisi jalan tersebut hingga diperbaiki. Video yang diunggahnya telah ditonton lebih dari 133 ribu kali.
Salah satu unggahan menjadi sorotan karena menanggapi pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan. Pernyataan itu sebelumnya menuai kontroversi di tengah masyarakat.
“Teruntuk bapak beliau yang tidak terima dengan postingan ini, bahkan sampai bilang, ‘Walaupun malaikat datang, tidak akan mampu memperbaiki jalan Kalimantan Barat ini.’ Pak, malaikat itu tugasnya mencabut nyawa, nggak ada yang perbaiki jalan,” ucapnya dalam video tersebut.
Ia menegaskan bahwa warga hanya menagih janji perbaikan yang telah disampaikan sebelumnya. Menurutnya, janji tersebut sudah berlangsung lama tanpa realisasi di lapangan.
Dalam video lainnya, ia kembali menekankan tekadnya untuk terus menyuarakan kondisi tersebut. “Viral terus sampai bagus. Pokoknya akan terus ku viralkan jalan di SP3 Bedayan, Kabupaten Sintang itu sampai diperbaiki karena ada 100 meter yang sangat jelek di tengah-tengah desa,” tegasnya.
Pengunggah juga menyebut bahwa kondisi jalan tersebut tidak mengalami perubahan selama puluhan tahun. Ia mengaku sejak kecil hingga dewasa, jalan tersebut tetap dalam kondisi serupa.
“Seingat aku, Kalimantan Barat dari aku lahir di SP3 sampai usiaku udah 32 tahun, nggak ada namanya jalan itu beraspal,” ungkapnya.
Menanggapi polemik tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan sebelumnya menjelaskan kondisi anggaran daerah. Ia menyebut luas wilayah Kalimantan Barat mencapai 147.018 kilometer persegi dengan anggaran sekitar Rp11,1 triliun.
Ia kemudian membandingkan dengan Provinsi Jawa Barat yang memiliki anggaran lebih besar. Menurutnya, perbedaan anggaran tersebut berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur.
Artikel Terkait
Jalan Rusak di Jalur Rambipuji-Puger Mulai Dikerjakan, Komisi C DPRD Jember Awasi Pengerjaannya
Warganet Keluhkan Jalan Rusak, Bupati Pekalongan, Fadia A Rafiq Balas Pakai Kata Kasar
Tim URC Pemkab Jember Terus Tambal Jalan Rusak, Ketua Komisi C DPRD Ardi Pantau Pengerjaannya di Desa-Desa
Bupati Jember Murka ke KAI Daop 9 yang Lambat Menangani Rel Maut di Pecoro, Kondisi Jalan Rusak dan Licin saat Hujan
Jalur Gumitir Ditutup Total 2 Bulan, Bupati Situbondo Mas Rio Minta Pemerintah Pusat Segera Perbaiki Jalan Rusak