Kamis, 4 Juni 2026

Viral MBG Bagikan Donat Jco di Palu, Warganet Terbelah Soal Gizi dan Tujuan Program untuk Anak Sekolah

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 15 Maret 2026 | 20:00 WIB
Menu donat untuk MBG yang dibagikan di Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.   (TikTok/sppg.dutalere.palu)
Menu donat untuk MBG yang dibagikan di Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. (TikTok/sppg.dutalere.palu)

SketsaNusantara.id - Unggahan mengenai menu program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan di media sosial. Kali ini, perbincangan muncul setelah sebuah video dari Kota Palu ramai dibagikan warganet.

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Duta Lere. Unggahan itu menampilkan menu MBG yang dibagikan kepada siswa sekolah.

Dalam video tersebut terlihat salah satu menu berupa donat dari J.CO Donuts & Coffee. Menu tersebut dibagikan kepada siswa pada Jumat, 13 Maret 2026.

Baca Juga: Viral Lele Marinasi untuk Menu MBG di Pamekasan, Konten Kreator Ahli Teknologi Pangan Lakukan Uji Coba Bakteri Salmonela, Hasilnya...

Unggahan itu kemudian menarik perhatian pengguna media sosial. Video tersebut telah diputar lebih dari 1,4 juta kali sejak pertama diunggah.

Akun yang mengunggah video tersebut juga menyertakan keterangan singkat pada bagian caption. Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa menu tersebut dibagikan menjelang libur Lebaran.

“MBG spesial untuk adik-adik libur lebaran dari Duta Lere,” tulisnya dalam caption unggahan tersebut.

Baca Juga: Viral Penolakan Menu Makan Bergizi Gratis di TK Trenggalek, Wali Murid Kembalikan Paket MBG dari SPPG Tasikmadu

Setelah video tersebut viral, kolom komentar dipenuhi berbagai tanggapan warganet. Hingga saat ini, unggahan tersebut telah memperoleh lebih dari 3.800 komentar.

Sebagian warganet mempertanyakan kandungan gizi dari menu yang dibagikan kepada siswa. Mereka menyoroti jenis makanan yang dianggap kurang mencerminkan tujuan program tersebut.

Beberapa pengguna media sosial menuliskan pandangannya terkait menu donat yang dibagikan. Mereka menilai program tersebut seharusnya lebih mengutamakan makanan dengan kandungan gizi seimbang.

Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan menyoroti perbedaan antara tujuan program dan jenis makanan yang dibagikan.

“Ini yang dikejar kan gizinya, bukan harga atau mereknya,” tulis akun @sho****y.

Komentar serupa juga muncul dari sejumlah pengguna lain yang menyinggung bahan makanan dalam donat. Mereka menyoroti kandungan gula dan tepung yang dianggap dominan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X