Kamis, 4 Juni 2026

PBB Turut Bersuara atas Penyiraman Air Keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus di Jakarta, Desak Perlindungan bagi Pembela HAM

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:00 WIB
PBB ikut bersuara atas kasus penyiraman air keras. (Pexels/Hugo Magalhaes )
PBB ikut bersuara atas kasus penyiraman air keras. (Pexels/Hugo Magalhaes )

SketsaNusantara.id - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi perhatian internasional. Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia turut menyoroti peristiwa tersebut.

Sorotan tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial X milik Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Lembaga tersebut menyatakan keprihatinan atas serangan yang menimpa aktivis hak asasi manusia di Indonesia.

Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Disorot Novel Baswedan, Polisi Telusuri Pelaku Lewat Olah TKP

Dalam unggahan tersebut, PBB menyebut serangan air keras yang dialami Andrie Yunus sebagai tindakan yang mengkhawatirkan. Serangan tersebut terjadi setelah korban menjalani kegiatan rekaman siniar di Jakarta.

"#Indonesia: Sangat prihatin atas serangan asam mengerikan terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Urusan Luar Negeri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (@Kontras)," tulis PBB.

PBB juga menyampaikan desakan agar kasus tersebut diungkap secara menyeluruh. Selain itu, lembaga internasional tersebut menekankan pentingnya perlindungan terhadap para pembela hak asasi manusia.

Baca Juga: Terekam CCTV! Detik-Detik Andrie Yunus Disiram Air Keras OTK hingga Mengalami Luka Bakar Serius, Aktivis KontraS Diduga Sudah Diikuti Sebelum Diserang

"Pembela hak asasi manusia harus dilindungi dalam pekerjaan vital mereka dan dapat mengangkat isu-isu kepentingan publik tanpa rasa takut," tulis PBB.

Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi setelah Andrie Yunus menyelesaikan kegiatan rekaman siniar. Rekaman tersebut berlangsung di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Siniar tersebut mengangkat topik tentang dinamika hukum dan militerisme di Indonesia. Judul rekaman yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Kegiatan perekaman siniar berlangsung hingga larut malam. Proses rekaman disebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah kegiatan tersebut berakhir, Andrie Yunus meninggalkan lokasi rekaman. Tidak lama setelah itu, terjadi insiden penyiraman air keras terhadap dirinya.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Tamang, Jakarta. Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X