SketsaNusantara.id - Dalam rangka memperkuat nilai-nilai keagamaan dan pembinaan karakter peserta didik, SMK Dwija Bhakti 2 Jombang menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadan 1447 H. Pada tahun 2026 ini, kegiatan tersebut mengusung tema "Ramadan Membersamai Generasi Berkah".
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Dwija Bhakti 2 Jombang, Rubianto, menjelaskan, tema tersebut menekankan proses pendidikan yang tidak sekadar menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga harus membawa manfaat nyata bagi sesama.
Pondok Ramadan ini dilaksanakan selama enam hari secara bergiliran bagi setiap jenjang kelas, dengan pembagian dua sesi per harinya. Jadwal pelaksanaan dimulai dari kelas XII pada 6 dan 9 Maret 2026. Disusul kelas XI pada 10-11 Maret, dan kelas X pada 12-13 Maret 2026.
Baca Juga: Tanamkan Selalu Ingat Nasib Orang Lain, SMAN 1 Jombang Gelar Sambang Panti
"Sementara itu, siswa yang sedang tidak terjadwal mengikuti Pondok Ramadan di sekolah tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring dari rumah masing-masing," terang Rubianto.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Dwija Bhakti 2 Jombang, Musa Efendi. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa untuk menjadikan bulan suci sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat akhlakul karimah.
Menariknya, agar syiar Ramadan lebih menjangkau ruang publik, rangkaian kegiatan ini disiarkan secara langsung (live) melalui kanal Facebook dan TikTok resmi SMK Dwija Bhakti 2 Jombang.
Baca Juga: Mudik Tenang Hati Senang, Perhatikan 7 Checklist Wajib Ini Sebelum Meninggalkan Rumah Kosong
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan shalat Dhuha berjamaah di Masjid H. Umar Sa’id yang diimami oleh Ustadz Moch. Lutfi Aziz. Setelahnya, para siswa mengikuti Simfoni Kalam Khotmil Al-Qur'an yang dipimpin oleh Ustadz Hafiz Ali Ashar, salah satu alumni Madrasatul Qur'an Tebuireng. Tujuannya tak lain untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap Al-Qur'an.
Kegiatan inti Pondok Ramadan diisi dengan kajian keagamaan oleh para guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Materi pertama membahas pentingnya menjaga adab bagi seorang penuntut ilmu yang merujuk pada Kitab Ta'lim Muta'allim, disampaikan oleh Ustadz Achmad Mufid.
Sesi selanjutnya adalah kajian Fikih Puasa yang merujuk pada Kitab Fathul Qarib oleh Ustadz Azizur Rizal. Ia mengupas tuntas hal-hal yang membatalkan puasa, perkara makruh, hingga menjawab problematika ibadah yang sering ditanyakan di masyarakat. Seperti hukum menggosok gigi, mencicipi makanan, makan setelah imsak, hingga hukum onani saat berpuasa.
Baca Juga: 6 Hal Penting yang Wajib Diketahui Penikmat Kopi Hitam, dari Jenis Biji hingga Teknik Seduh
"Anak-anak harus paham tentang hal-hal yang sangat urgen perihal ibadah sehari-hari agar puasanya bisa lebih sempurna," tegas Ustadz Azizur.
Materi yang relevan dengan usia remaja ini mendapat respons antusias dari siswa. Muhammad Fajri Akbar, siswa kelas X TAB 1, mengaku wawasannya menjadi lebih terbuka. Ia menjadi lebih paham secara mendetail mengenai batasan-batasan puasa, termasuk perbedaan hukum antara hal yang disengaja maupun tidak disengaja seperti mimpi basah.
Artikel Terkait
Safari Ramadhan 2026, Sedulur Pati Nusantara Bagikan 500 Santunan Anak Yatim di Jawa Timur
Buka Puasa Bersama 1.000 Anak Yatim di Masjid At-Thohir, Boy Thohir Siapkan Food Bazaar dan Santunan
Aksi Nyata Gerakan Ramadan Pendidikan Berdampak, SMKN 3 Bondowoso Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagikan Ribuan Zakat Fitrah