Kamis, 4 Juni 2026

Urai Kemacetan di Area Kampus, Sistem Satu Arah Kembali Diterapkan

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 13 Maret 2026 | 19:43 WIB
Petugas melakukan pengarahan arus lalu lintas. (Don Pemkab Jember)
Petugas melakukan pengarahan arus lalu lintas. (Don Pemkab Jember)

SketsaNusantara.id - Skema Sistem Satu Arah (SSA) lembali diterapkan di area sekitar kampus mulai Jumat, 13 Maret 2026.

Kebijakan ini direncanakan berlangsung selama sepekan hingga 19 Maret mendatang guna menekan angka kemacetan yang melonjak signifikan selama bulan Ramadan.

Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

Baca Juga: Jaga Kekhusyukan Lebaran, Kapolres Jember Larang Penggunaan Sound Horeg untuk Takbir Keliling

“Tingginya mobilitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa membuat penyiagaan personel di titik-titik rawan tidak lagi mencukupi tanpa adanya intervensi manajemen lalu lintas,” ungkapnya.

"Volume kendaraan di lingkungan kampus saat ini sangat luar biasa. Kami merasa penambahan petugas saja tidak cukup efektif, sehingga rekayasa jalur searah menjadi solusi untuk memastikan arus tetap mengalir," tutur Gatot, Jumat sore.

Rekayasa lalu lintas ini tidak berlaku sepanjang hari, melainkan hanya pada jam sibuk sore hari, tepatnya pukul 15.30 hingga 18.00 WIB.

Baca Juga: Pemkab Jember Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 50 Persen

Untuk mengawal kebijakan ini, sebanyak 36 petugas gabungan yang terdiri dari unsur Dishub dan Satlantas Polres Jember dikerahkan ke lokasi.

Langkah sosialisasi pun diklaim telah dilakukan secara masif sejak Kamis malam, melalui unggahan di media sosial resmi pemerintah dan koordinasi berjenjang mulai dari tingkat Kecamatan hingga RT/RW.

Selain mengatur alur kendaraan, tim gabungan juga memperketat pengawasan di kawasan Segitiga Emas.

Baca Juga: Sediakan Layanan On Call, Pemkab Jember Bakal Maksimalkan Pelayanan Home Care

Operasi rutin dilakukan untuk menindak kendaraan yang parkir sembarangan serta memberantas praktik juru parkir liar. Hal ini bertujuan agar kapasitas jalan tetap maksimal dan tidak terhambat oleh hambatan samping.

Gatot berharap dengan sinergi antara rekayasa jalan dan penertiban parkir, kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas di sore hari selama Ramadan dapat terjaga dengan baik.***

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X