SketsaNusantara.id - Fenomena panic buying BBM kini mulai melanda wilayah Jember dalam beberapa hari terakhir hingga polisi bertindak.
Fenomena yang dipicu oleh imbas pemberitaan bahwa BBM akan langka karena konflik Iran Israel menimbulkan masyarakat Jember berbondong-bondong memadati sejumlah pom bensin.
Salah satunya terjadi di sebuah pengisian BBM di daerah Balung Jember pada Jum'at, 6 Maret 2026.
Masyarakat berbondong-bondong memadati sejumlah pom bensin dengan membawa jirigen-jirigen besar untuk di isi bensin bersubsidi.
Aksi panic buying masyarakat ini akhirnya memicu tindakan tegas dari aparat kepolisian.
Seperti dikutip dari akun Instagram @jember24jam_, jajaran kepolisian Polsek Balung kini mengamankan jirigen-jirigen milik warga.
Jirigen-jirigen besar tersebut digunakan untuk memborong BBM dalam jumlah banyak untuk dijual kembali dan kedapatan oleh polisi hingga langsung dilakukan penyitaan.
Polisi kemudian menaikan jirigen kosong tersebut keatas mobil sebagai bentuk penyitaan dan mencegah aksi panic buying.
"Eceran dijual 15 sampai 20 ribu," ungkap @aal***.
"Perbotol dijual 15 sampai 22 ribu, panik boleh bodoh jangan," tulis @okt***.
"Ternyata orang Jember mudah panik," ujar @okt***.
Dari sejumlah komentar akhirnya diketahui bahwa aksi pembelian besar dengan menggunakan dirijen tersebut akan dijual kembali dengan memanfaatkan isu kelangkaan BBM
Tak tanggung-tanggung para pengecer menjual bensin yang pada hari-hari biasa hanya Rp 12 ribu melonjak menjadi Rp 15 hingga Rp 22 ribu.
Artikel Terkait
Eks Menlu Hassan Wirajuda Soroti Ketegangan Konflik Timur Tengah, Sebut Iran Tak Gampang Dikalahkan Meski Sering Diserang Negara Lain, Ini Alasannya
Kasus Keracunan Onigiri di Cimahi Kembali Disorot, Kronologi Distribusi Menu MBG Jadi Perhatian
Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun TikTok hingga Roblox: Pemerintah Perketat Perlindungan Anak di Dunia Digital
Distribusi MBG Terlambat, Sekolah di Banyumas Tolak Pengiriman Makan Bergizi Gratis
Babysitter di Bengkulu Pilih Jalani Sidang daripada Mengaku Aniaya Anak Anggota DPRD