SketsaNusantara.id - Pemerintah mulai memetakan potensi kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Hasil simulasi menunjukkan dua tanggal yang diperkirakan menjadi puncak pergerakan masyarakat secara nasional.
Lonjakan perjalanan diprediksi terjadi pada pertengahan Maret. Pada waktu tersebut, jutaan orang diperkirakan bergerak hampir bersamaan menuju berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi kepadatan. Salah satunya melalui kebijakan work from anywhere atau WFA bagi sebagian pekerja.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan hasil simulasi menunjukkan dua tanggal yang diperkirakan menjadi titik kepadatan perjalanan mudik. Kedua tanggal tersebut berada pada pekan menjelang libur Idul Fitri.
"Memang dari hasil simulasi kami, ada dua tanggal yang pada saat mudik itu akan terjadi kepadatan diperkirakan pada tanggal 16 Maret, Hari Senin dan tanggal 18 Maret (Rabu)," kata Menhub.
Simulasi tersebut dilakukan untuk memperkirakan pola pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran. Pemerintah kemudian menyiapkan sejumlah strategi agar lonjakan perjalanan tidak terjadi pada satu waktu.
Salah satu kebijakan yang diusulkan adalah penerapan work from anywhere. Kebijakan tersebut telah diajukan kepada presiden dan telah memperoleh persetujuan.
Pemerintah merencanakan penerapan WFA selama lima hari pada masa mudik dan arus balik. Tujuannya untuk mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat agar tidak menumpuk pada satu tanggal tertentu.
Untuk periode arus mudik, WFA direncanakan berlaku pada 16 dan 17 Maret. Kebijakan ini diharapkan memberi fleksibilitas waktu bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan lebih awal.
Sementara itu, pada periode arus balik Lebaran, pemerintah mengusulkan penerapan WFA pada 25, 26, dan 27 Maret. Waktu tersebut berada setelah masa cuti bersama Idul Fitri.
Kementerian Perhubungan juga memperkirakan kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi dominan selama masa mudik. Mobil pribadi, sepeda motor, serta bus diprediksi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Berdasarkan hasil simulasi, jumlah pergerakan masyarakat pada 16 Maret diperkirakan mencapai sekitar 21,2 juta orang. Angka tersebut menunjukkan potensi kepadatan yang cukup besar di berbagai jalur transportasi.
Artikel Terkait
Sejarah Tradisi Toron yang Sudah Ada Sebelum Abad ke-19, Ternyata Ini Alasan Warga Madura Mudik Besar-Besaran saat Hari Raya Idul Adha
Fantastis! Segini Harga Jet Pribadi yang Dipakai Syahrini dan Reino Barack Mudik ke Jakarta, Fasilitas Mewah hingga Patwal untuk Baby R Jadi Gunjingan
Siap-siap Mudik! Ini Jadwal Pemesanan Tiket Kereta Api Edisi Lebaran 2026, Cek Sekarang Juga
Jangan Salah Paham, Orang Mudik Boleh Tidak Puasa? Begini Ketentuan Musafir Menurut MUI dan Dalil Al Quran
Kabar Gembira! Menko Airlangga Umumkan Diskon Besar-besaran Tiket Mudik Lebaran 2026, Berikut Rinciannya