Minggu, 19 Juli 2026

2 Hari Ini Diprediksi Jadi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, Pergerakan Masyarakat Bisa Tembus 22 Juta Orang

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi arus mudik Lebaran 2026. (Pexels/Guvluck)
Ilustrasi arus mudik Lebaran 2026. (Pexels/Guvluck)

SketsaNusantara.id - Pemerintah mulai memetakan potensi kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Hasil simulasi menunjukkan dua tanggal yang diperkirakan menjadi puncak pergerakan masyarakat secara nasional.

Lonjakan perjalanan diprediksi terjadi pada pertengahan Maret. Pada waktu tersebut, jutaan orang diperkirakan bergerak hampir bersamaan menuju berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi kepadatan. Salah satunya melalui kebijakan work from anywhere atau WFA bagi sebagian pekerja.

Baca Juga: Program Motis Lebaran 2026 Dibuka, Kemenhub Sediakan 28.000 Tiket Penumpang dan 11.500 Tiket Motor Gratis untuk Mudik Lebih Aman

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan hasil simulasi menunjukkan dua tanggal yang diperkirakan menjadi titik kepadatan perjalanan mudik. Kedua tanggal tersebut berada pada pekan menjelang libur Idul Fitri.

"Memang dari hasil simulasi kami, ada dua tanggal yang pada saat mudik itu akan terjadi kepadatan diperkirakan pada tanggal 16 Maret, Hari Senin dan tanggal 18 Maret (Rabu)," kata Menhub.

Simulasi tersebut dilakukan untuk memperkirakan pola pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran. Pemerintah kemudian menyiapkan sejumlah strategi agar lonjakan perjalanan tidak terjadi pada satu waktu.

Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijiriah, Cocok Bagikan di Momen Mudik atau Pulang ke Kampung Halaman

Salah satu kebijakan yang diusulkan adalah penerapan work from anywhere. Kebijakan tersebut telah diajukan kepada presiden dan telah memperoleh persetujuan.

Pemerintah merencanakan penerapan WFA selama lima hari pada masa mudik dan arus balik. Tujuannya untuk mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat agar tidak menumpuk pada satu tanggal tertentu.

Untuk periode arus mudik, WFA direncanakan berlaku pada 16 dan 17 Maret. Kebijakan ini diharapkan memberi fleksibilitas waktu bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan lebih awal.

Sementara itu, pada periode arus balik Lebaran, pemerintah mengusulkan penerapan WFA pada 25, 26, dan 27 Maret. Waktu tersebut berada setelah masa cuti bersama Idul Fitri.

Kementerian Perhubungan juga memperkirakan kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi dominan selama masa mudik. Mobil pribadi, sepeda motor, serta bus diprediksi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Berdasarkan hasil simulasi, jumlah pergerakan masyarakat pada 16 Maret diperkirakan mencapai sekitar 21,2 juta orang. Angka tersebut menunjukkan potensi kepadatan yang cukup besar di berbagai jalur transportasi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X