SketsaNusantara.id - Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan di lingkungan pelatnas panjat tebing menjadi perhatian serius pemerintah dan DPR. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa pelaku akan dikenai sanksi berat hingga larangan seumur hidup dari dunia olahraga jika terbukti bersalah.
Kasus ini mencuat setelah muncul laporan dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan seorang pelatih berinisial HB terhadap sejumlah atlet panjat tebing nasional. Dugaan tersebut mencakup pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang disebut-sebut dialami oleh beberapa atlet selama mengikuti pemusatan latihan nasional.
Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia langsung melakukan langkah awal dengan menonaktifkan sementara pelatih yang bersangkutan dari aktivitas kepelatihan.
Baca Juga: Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Berkedok Casting Film, Diduga Libatkan Banyak Korban
Erick Thohir menegaskan bahwa investigasi menyeluruh sedang berlangsung untuk memastikan fakta yang sebenarnya. Ia menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan maupun pelecehan dalam lingkungan olahraga.
“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” kata Erick, dilansir YouTube Kompas TV.
Langkah pemerintah tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman. Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan harus dilakukan secara mendalam agar kasus ini dapat ditangani secara transparan.
Baca Juga: Viral! Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting Film Thriller Psikologis
“Saya selaku Ketua Umum KONI Pusat memberikan dukungan untuk Kemenpora dan FPTI dalam upaya pendalaman atas dugaan pelecehan seksual oleh salah satu pelatih,” ujar Marciano dalam keterangannya.
Perhatian terhadap kasus ini juga datang dari kalangan legislatif. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinan atas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang disebut melibatkan hingga delapan atlet pelatnas.
Menurutnya, setiap pelatih dan pengurus cabang olahraga memiliki tanggung jawab untuk memastikan lingkungan pembinaan atlet berjalan aman dan bermartabat.
“Kasus ini harus diusut secara tuntas dan menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Hetifah.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh FPTI serta respons Menpora Erick Thohir yang segera menonaktifkan terduga pelaku dari jabatan pelatih.
Artikel Terkait
Klarifikasi Mohan Hazian Bikin Dokter Tirta Ngamuk, Publik Diminta Dukung Korban Dugaan Pelecehan Seksual Lebih Dulu, Ini Alasannya
Mohan Hazian Didepak dari Thanksinsomnia Imbas Dugaan Pelecehan Seksual, Pernyataan Pihak Brand Ramai Disorot, Dinilai Tak Berempati terhadap Korban
Istri Mohan Hazian Kerja Apa? Ini Profil Alya Putri yang Ramai Disorot, Dikabarkan Hapus Foto Pernikahan Usai Suami Terseret Kasus Pelecehan Seksual
3 Perbedaan Isi Dua Klarifikasi Mohan Hazian, Pengakuan atas Dugaan Pelecehan Seksual hingga Kariernya di Thanksinsomnia
Tanggapi Klarifikasi Terbaru Mohan Hazian soal Dugaan Pelecehan Seksual, Dokter Tirta: Fase Acceptance
7 Pernyataan Mohan Hazian Terkait Dugaan Pelecehan Seksual: Akui Tindakan Tak Pantas dan Siap Bertanggung Jawab hingga Mundur dari Thanksinsomnia