Kamis, 4 Juni 2026

Menyusul Meninggalnya Pemimpin Revolusi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Iran Tutup Selat Hormuz, Apa Dampaknya bagi Dunia?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 Maret 2026 | 16:00 WIB
Ali Khamenei dan  efeknya pada Selat Hormuz  (YouTube KOMPASTV )
Ali Khamenei dan efeknya pada Selat Hormuz (YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi setelah serangan brutal yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Kini Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak dan gas yang paling vital didunia.

Langkah ekstrem ini diambil menyusul kabar duka sekaligus mengejutkan atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei usai serangan brutal tersebut.

Baca Juga: Connie Bakrie Sindir Dewan Perdamaian Bentukan Trump sebagai 'Board of War', Sebut Konflik Israel-AS vs Iran Jadi Kesempatan Indonesia Keluar dari BoP

Penutupan Selat Hormuz akan memiliki dampak besar bagi ekonomi dunia, sebab Selat Hormuz merupakan penghubung Teluk Persia dengan Laut Oman yang merupakan rute utama perdagangan energi global, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

IRGC lewat saluran radio telah memperingatkan agar kapal-kapal tidak melintas di jalur air Selat Hormuz setelah serangan brutal zionis Israel dan sekutunya Amerika Serikat.

Sedang selama ini Selat Hormuz diketahui merupakan jalur vital bagi sekutu AS dan pasar energi global.

Baca Juga: Dampak Serangan ke Iran, Jusuf Kalla Ingatkan Ancaman Gangguan Ekonomi dan Logistik

Diketahui bahwa Iran merupakan salah satu pemasok minyak utama dunia dan masuk sebagai 10 penghasil minyak terbanyak dunia.

Secara geografis, Iran dipantai Selat Hormuz memberikan Teheran kendali atas jalur-jalur utama menuju selat tersebut.

Kondisi ini memberi Iran pengaruh signifikan terhadap jalur-jalur pelayaran bagi ekspor nya sendiri dan pasokan energi dunia.

Dengan ditutupnya Selat Hormuz maka akan menggangu pasar minyak global sebab 20-25 % konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz.

Analis energi memprediksi akibat dari ditutup Selat Hormuz maka kemungkinan besar harga energi akan melonjak tajam terutama negara-negara yang mengandalkan minyak dari negara di Timur Tengah.

Diprediksi harga minyak mentah jenis Brent dapat meroket melampaui US100 hingga US130 per barel jika blokade berlangsung lama.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X