Karier politik Ali Khamenei melesat pasca rezim Shah runtuh.
Ia pun ditunjuk sebagai Presiden Iran periode 1981-1989 ketika perak Iran-Iran berlangsung.
Setelah wafatnya Khomeini, Ali Khamenei ditunjuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran atau Rahbar.
Sepak Terjang Ali Khamenei
Selama menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menerapkan strategi Poros Perlawanan atau Axis of Resistance.
Ia pun berhasil membangun jaringan aliansi transnasional hingga ke kelompok Houthi di Yaman.
Meski sempat menyetujui kesepakatan JCPOA pada 2015 lalu, ia kembali menegaskan posisi Iran setelah Amerika menarik diri secara sepihak di tahun 2018.
Di bawah kepemimpinan Ali Khamenei, IRGC atau Korps Garda Revolusi Islam juga kian berkembang bahkan jauh melampaui fungsi militer.
IRGS bukan hanya menjadi aktor politik-ekonomi utama, tapi juga mengendalikan sektor strategis dari energi hingga infrastruktur.
Dari sisi ekonomi, Ali Khamenei menerapkan konsep Ekonomi Perlawanan sebagai bentuk upaya menghadapi sanksi Barat.
Dengan tewasnya Ali Khamenei dalam serangan udara AS-Israel, berakhir pulalah kepemimpinan ulama kharismatik tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Apes! Diduga Hendak Curi AC, Seorang Pria di Depok Malah Terkunci di Dalam Garasi
Bedah Dua Buku Asal Usul Soekarno, Binhad Nurrohmat Simpulkan Presiden Pertama RI Lahir di Jombang
2 Gudang Pengeringan Tembakau Milik Warga di Balung, Jember Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Miliaran
5 Fakta Terbaru Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Direncanakan Sejak November 2025 hingga Keputusan Kampus DO Pelaku
Sahur Keliling Bersama Dhuafa dan Kaum Marjinal di Jombang, Nyai Sinta Nuriyah Akui Telah Lakukan 26 Tahun Silam
Peringati Hari PMR 1 Maret, PMR Wira SMKN 1 Jember Gelar Gerakan Bersih-bersih Masjid hingga Berbagi Takjil