SketsaNusantara.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, terus bergerak cepat dalam menangani dampak bencana alam yang terjadi sepanjang awal tahun hingga Februari 2026.
Fokus utama saat ini tertuju pada pemulihan infrastruktur vital yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jember, Anang Dwi Resdianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merampungkan inventarisasi kerusakan infrastruktur.
Baca Juga: Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Warga Ambruk di Dua Kecamatan, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Berdasarkan evaluasi lapangan, tercatat ada sebanyak 27 titik kerusakan yang memerlukan penanganan serius.
"Kami telah menginventarisasi seluruh kerusakan infrastruktur akibat bencana sejak Januari hingga akhir Februari ini. Total kurang lebih ada sebanyak 27 lokasi yang tersebar di hampir sembilan kecamatan," ujar Anang saat meninjau lokasi terdampak di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Jumat 27 Februari 2026.
Dari puluhan titik tersebut, kerusakan pada dinding penahan tanah (Retaining Wall) menjadi kasus yang paling mendominasi.
Baca Juga: Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak
Anang menjelaskan, tingginya intensitas curah hujan belakangan ini menjadi pemicu utama dan tekanan lateral tanah yang meningkat drastis mengakibatkan banyak lereng dan dinding penahan mengalami keruntuhan atau longsor.
“Selain dinding penahan tanah, kerusakan juga mencakup fasilitas publik lain seperti jembatan penghubung antar wilayah, akses jalan warga yang terputus atau rusak berat, dan fasilitas infrastruktur vital lainnya di kawasan pemukiman,” imbuhnya.
Menyadari skala kerusakan yang cukup luas, BPBD Jember telah menyiapkan langkah strategis untuk percepatan rekonstruksi.
Baca Juga: Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Salah satu fokus utamanya adalah perbaikan infrastruktur di Desa Kemuning Lor, yang dinilai sangat vital bagi akses mobilitas warga setempat.
Terkait anggaran, Anang menyatakan bahwa pihaknya tengah menyusun desain proposal teknis untuk diajukan ke tingkat pusat.
Artikel Terkait
Akses Jalan Desa Sukoreno Terhambat Longsor, BPBD Jember Targetkan Pembersihan Batu Besar Rampung Pekan Ini
BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD JemberĀ Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung
Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak
Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Warga Ambruk di Dua Kecamatan, BPBD Jember Salurkan Bantuan