SketsaNusantara.id - Korps Sukarela PMI Unit Markas Kabupaten Jember menggelar Musyawarah Tahunan Anggota atau Mustang pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Markas PMI Kabupaten Jember. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan organisasi relawan kemanusiaan.
Mustang digelar setelah para relawan menyelesaikan masa pengabdian lebih dari dua tahun. Agenda ini menjadi titik krusial dalam proses regenerasi kepemimpinan. Tujuannya memastikan roda organisasi tetap berjalan efektif dan terarah.
Dalam pelaksanaannya, Mustang membawa misi besar mencetak relawan yang tangguh. Tidak hanya kuat di lapangan, relawan juga diharapkan matang secara organisatoris. Penguatan struktur dan kapasitas menjadi fokus utama dalam forum ini.
Acara dibuka oleh pengurus PMI Kabupaten Jember, Narto, STP, MM. Ia didampingi Kepala Markas PMI Jember Imam Muslim. Turut hadir Kabid Pelayanan PMI Elvana Kusdijanto serta Ketua KSR Unit Markas Adam.
Dalam sambutannya, Narto menegaskan posisi strategis KSR Unit Markas di tengah masyarakat. "KSR Unit Markas PMI Kabupaten Jember adalah garda terdepan bagi kami. Oleh karena itu, personilnya harus tangguh secara individu, dan secara organisasi pun harus kuat," tegas Narto.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia. KSR menjadi wajah pelayanan PMI dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Peran tersebut menuntut kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teknis yang mumpuni.
Ketua KSR Unit Markas, Adam, menjelaskan bahwa Mustang bukan sekadar pergantian pengurus. Forum ini menjadi langkah strategis untuk menjaga kesinambungan program kerja. Proses regenerasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi ke depan.
Dalam forum tersebut, sejumlah mandat dirumuskan bagi kepengurusan mendatang. Salah satunya adalah penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dasar. Program ini ditujukan untuk menjaring bibit relawan baru yang berdedikasi.
Mandat berikutnya adalah peningkatan kapasitas melalui pelatihan lanjutan. Kegiatan ini bertujuan mengasah kompetensi spesifik anggota. Penguatan keterampilan teknis menjadi kebutuhan penting dalam penanganan situasi darurat.
Selain itu, penguatan tugas pokok dan fungsi juga menjadi prioritas. Setiap program kerja harus selaras dengan nilai kemanusiaan PMI. Sinkronisasi ini diperlukan agar aktivitas relawan berjalan terarah dan efektif.
Adam menegaskan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu menjalankan organisasi lebih baik. Fokus utamanya terletak pada peningkatan kapasitas anggota. Kesiapsiagaan relawan menjadi faktor kunci dalam pelayanan kemanusiaan.
Artikel Terkait
Diguyur Hujan Lebat, Desa Mayangan Jember Terendam Banjir hingga 60 CM, PMI Kerahkan Relawan dan Petakan Kebutuhan Warga
Hujan Deras Picu Banjir Luapan Sungai di Jember, PMI Evakuasi Ratusan Warga Rowotamtu hingga Tengah Malam
Sadari Pentingnya Regenerasi Relawan, KSR PMI Universitas dr. Soebandi Gelar Diklatsar ke-VIII Lintas Kampus
Sumur Tercemar Banjir, PMI Jember Turunkan Truk Tangki dan Tandon Air untuk Ratusan Warga Nogosari
5 Sumur Warga Tercemar Lumpur, PMI Jember Terjunkan Tim Relawan WASH untuk Pulihkan Akses Air Bersih pasca Banjir