Ia menjelaskan bahwa kegiatan sengaja dilakukan pada malam hari. Langkah ini diambil agar tidak mengganggu kondisi fisik pendonor. Pelaksanaan malam hari juga memberi ruang bagi warga setelah beribadah.
“Donor darah di bulan Ramadan bukan hanya sekadar aksi medis, namun menjadi bentuk sedekah nyata bagi sesama yang membutuhkan di tengah suasana bulan suci,” ujarnya.
Zainollah menambahkan, stok darah sangat dibutuhkan selama Ramadan. Permintaan darah di rumah sakit cenderung tetap tinggi. Sementara itu, jumlah pendonor biasanya mengalami penurunan.
Melalui kegiatan jemput bola ini, PMI berharap kebutuhan darah tetap terpenuhi. Masyarakat juga diharapkan terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan. Donor darah menjadi wujud kepedulian yang langsung dirasakan manfaatnya.
PMI Kabupaten Jember berencana melanjutkan kegiatan serupa selama Ramadan. Lokasi akan disesuaikan dengan pusat keramaian masyarakat. Jadwal kegiatan akan diumumkan melalui kanal resmi PMI.
Partisipasi warga pada malam pertama Ramadan ini menjadi gambaran semangat berbagi. Antusiasme tersebut menunjukkan kepedulian sosial tetap terjaga. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sepanjang bulan suci.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Diguyur Hujan Lebat, Desa Mayangan Jember Terendam Banjir hingga 60 CM, PMI Kerahkan Relawan dan Petakan Kebutuhan Warga
Hujan Deras Picu Banjir Luapan Sungai di Jember, PMI Evakuasi Ratusan Warga Rowotamtu hingga Tengah Malam
Sadari Pentingnya Regenerasi Relawan, KSR PMI Universitas dr. Soebandi Gelar Diklatsar ke-VIII Lintas Kampus
Sumur Tercemar Banjir, PMI Jember Turunkan Truk Tangki dan Tandon Air untuk Ratusan Warga Nogosari
5 Sumur Warga Tercemar Lumpur, PMI Jember Terjunkan Tim Relawan WASH untuk Pulihkan Akses Air Bersih pasca Banjir