Kamis, 4 Juni 2026

Bantu Pahami Literasi Keuangan Digital Bagi UMKM, Mahasiswa UNDAR Lakukan Pendampingan di Kampung Martabak

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Februari 2026 | 20:25 WIB
Narasumber sedang menyampaikan materinya. (SketsaNusantara.id)
Narasumber sedang menyampaikan materinya. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id Upaya mendorong transformasi digital sektor usaha mikro kembali dilakukan melalui kegiatan Transformasi Digital UMKM melalui Program Pendampingan Literasi Keuangan di Kampung Martabak yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota UMKM Paguyuban Martabak di Kampung Martabak, Desa Mentoro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Darul ‘Ulum (UNDAR) dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Luka yang Belum Sembuh di Aceh Tamiang: Saat Hujan Turun, Warga Masih Berlarian ke Masjid demi Rasa Aman

Melalui program ini, mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah desa dan paguyuban kampung Martabak Desa Mentoro. Tak hanya itu, pihak mahasiswa juga melibatkan narasumber praktisi. Ini bertujuan untuk menghadirkan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.

Siti Arifah, selaku Dosen Pendamping Lapangan KKM UNDAR menjelaskan, program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami dan mempraktikkan literasi keuangan digital secara lebih aplikatif.

Arifah menandaskan, kegiatan tidak hanya menekankan pada pemahaman konsep. Tetapi, kata dia, juga pada keterampilan langsung "Mulai dari pencatatan keuangan berbasis aplikasi, pemanfaatan transaksi non-tunai, hingga pengelolaan arus kas secara digital," jelasnya.

Baca Juga: Misi Ekonomi Presiden Prabowo ke AS: Bertemu Donald Trump, Siapkan Kesepakatan Tarif Dagang dan Perjanjian Strategis Bernilai Besar

Dikatakan, peserta didampingi menggunakan berbagai platform keuangan digital. "Seperti e-wallet, mobile banking, QRIS, serta aplikasi pembukuan sederhana. Harapannya mereka lebih percaya diri dalam mengelola usaha di era digital," ujar Arifah.

Dia melanjutkan, para peserta juga mempraktikkan pencatatan transaksi, simulasi pembayaran digital, serta pemisahan keuangan usaha dan pribadi. "Perubahan perilaku keuangan menjadi salah satu fokus utama. Mengingat masih banyak pelaku usaha yang mencampur keuangan rumah tangga dengan keuangan usaha," ujar Arifah.

Ketua Paguyuban Martabak, Nanang Muzakki, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia mengaku, pihaknya merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Sebelumnya, kata Nanang, pencatatan keuangan masih sederhana dan kadang tercampur dengan kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Nyaris Berujung Tragis Ibu Pengendara Motor Terjebak di Tengah 2 Truk saat Jalanan Macet

"Setelah pendampingan, kami mulai memahami arus kas usaha, keuntungan bersih, dan pentingnya transaksi non-tunai. Harapannya, Kampung Martabak bisa berkembang lebih tertata dan siap bersaing di era digital,” harapnya.

Narasumber kegiatan, Izzatul Umami, Dosen UNDAR sekaligus praktisi pendamping UMKM, menegaskan bahwa pendampingan dilakukan secara aplikatif.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X