SketsaNusantara.id - Upaya mendorong transformasi digital sektor usaha mikro kembali dilakukan melalui kegiatan Transformasi Digital UMKM melalui Program Pendampingan Literasi Keuangan di Kampung Martabak yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota UMKM Paguyuban Martabak di Kampung Martabak, Desa Mentoro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Darul ‘Ulum (UNDAR) dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah desa dan paguyuban kampung Martabak Desa Mentoro. Tak hanya itu, pihak mahasiswa juga melibatkan narasumber praktisi. Ini bertujuan untuk menghadirkan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Siti Arifah, selaku Dosen Pendamping Lapangan KKM UNDAR menjelaskan, program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami dan mempraktikkan literasi keuangan digital secara lebih aplikatif.
Arifah menandaskan, kegiatan tidak hanya menekankan pada pemahaman konsep. Tetapi, kata dia, juga pada keterampilan langsung "Mulai dari pencatatan keuangan berbasis aplikasi, pemanfaatan transaksi non-tunai, hingga pengelolaan arus kas secara digital," jelasnya.
Dikatakan, peserta didampingi menggunakan berbagai platform keuangan digital. "Seperti e-wallet, mobile banking, QRIS, serta aplikasi pembukuan sederhana. Harapannya mereka lebih percaya diri dalam mengelola usaha di era digital," ujar Arifah.
Dia melanjutkan, para peserta juga mempraktikkan pencatatan transaksi, simulasi pembayaran digital, serta pemisahan keuangan usaha dan pribadi. "Perubahan perilaku keuangan menjadi salah satu fokus utama. Mengingat masih banyak pelaku usaha yang mencampur keuangan rumah tangga dengan keuangan usaha," ujar Arifah.
Ketua Paguyuban Martabak, Nanang Muzakki, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia mengaku, pihaknya merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Sebelumnya, kata Nanang, pencatatan keuangan masih sederhana dan kadang tercampur dengan kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: Nyaris Berujung Tragis Ibu Pengendara Motor Terjebak di Tengah 2 Truk saat Jalanan Macet
"Setelah pendampingan, kami mulai memahami arus kas usaha, keuntungan bersih, dan pentingnya transaksi non-tunai. Harapannya, Kampung Martabak bisa berkembang lebih tertata dan siap bersaing di era digital,” harapnya.
Narasumber kegiatan, Izzatul Umami, Dosen UNDAR sekaligus praktisi pendamping UMKM, menegaskan bahwa pendampingan dilakukan secara aplikatif.
Artikel Terkait
Laksanakan KKM, Mahasiswa Undar Jombang Siap Kolaborasi Majukan Potensi Desa Bandarkedungmulyo
BRI Bahas Peran UMKM dalam Keuangan Berkelanjutan pada Negara Berkembang dalam Global Forum WEF Davos 2026
KKM Tematik UNDAR 2026 Resmi Dibuka di Desa Tanggalrejo, Dorong Optimalisasi Potensi Lokal dan Penguatan Digital