Kamis, 4 Juni 2026

Gus Irfan Pastikan Dapur Haji di Makkah Sajikan Cita Rasa Nusantara yang Higienis dan Berkualitas untuk Jemaah Indonesia

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Februari 2026 | 10:00 WIB
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf saat meninjau langsung dapur penyedia konsumsi jemaah Indonesia di kawasan Safwat Al Wessam, Makkah, Minggu 15 Februari 2026. (X/RadioElshinta)
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf saat meninjau langsung dapur penyedia konsumsi jemaah Indonesia di kawasan Safwat Al Wessam, Makkah, Minggu 15 Februari 2026. (X/RadioElshinta)

“Pelayanan konsumsi bukan hanya soal makanan tersedia, tetapi bagaimana kualitasnya terjaga dan rasanya sesuai selera jemaah Indonesia,” tegas Gus Irfan.

Pendekatan ini dinilai memiliki dimensi psikologis yang signifikan. Bagi jemaah yang berada jauh dari tanah air dalam waktu relatif lama, cita rasa yang familiar dapat memberikan kenyamanan tersendiri.

Makanan bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga dapat menjadi penguat semangat dan penopang kondisi mental selama menjalankan rangkaian ibadah yang padat.

Selain soal cita rasa, aspek higienitas menjadi perhatian utama dalam supervisi tersebut.

Proses pengolahan bahan makanan, mulai dari pencucian beras hingga penyimpanan bahan baku, diawasi secara ketat agar sesuai dengan standar keamanan pangan internasional.

Gus Irfan menginstruksikan agar setiap tahapan produksi dilakukan dengan disiplin dan prosedur yang jelas guna meminimalkan risiko kesehatan.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan jemaah, terutama kelompok lanjut usia. “

Kita ingin jemaah, khususnya lansia, tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah tanpa kendala kesehatan dari faktor konsumsi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan program Haji Ramah Lansia yang menjadi salah satu prioritas layanan haji Indonesia.

Mengingat proporsi jemaah lansia yang cukup besar setiap tahunnya, aspek nutrisi, kebersihan, dan keamanan makanan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap porsi makanan tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan bergizi.

Supervisi ini juga mencakup pengecekan kapasitas produksi serta sistem distribusi makanan kepada jemaah.

Ketepatan waktu dan akurasi distribusi dinilai sangat krusial mengingat jumlah jemaah Indonesia yang mencapai puluhan ribu orang di Makkah.

Dengan pengawasan langsung di lapangan, pemerintah berharap potensi kendala teknis dapat diantisipasi lebih dini.

Optimisme terhadap peningkatan kualitas layanan haji tahun ini turut disampaikan dalam kesempatan tersebut.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X