Minggu, 19 Juli 2026

Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, BRIN Prediksi 19 Februari 2026 dan Tunggu Sidang Isbat

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 13 Februari 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi pemantauan hilal jelang Ramadan, penentuan awal puasa.  (Freepik/freepik)
Ilustrasi pemantauan hilal jelang Ramadan, penentuan awal puasa. (Freepik/freepik)

Penetapan ini merujuk pada metode hisab atau perhitungan astronomi yang telah ditetapkan organisasi tersebut.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama masih menunggu proses resmi penetapan.

Dalam unggahan dijelaskan, sementara pemerintah masih menunggu hasil Sidang Isbat Kementerian Agama pada 17 Februari 2026 yang akan menggabungkan hisab dan rukyat dari 96 lokasi.

Sidang Isbat merupakan forum resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadhan, dengan mempertimbangkan data perhitungan astronomi (hisab) serta hasil pemantauan hilal (rukyat) di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Lebih lanjut, unggahan tersebut mengutip pendapat Thomas Djamaluddin dari BRIN.

“Thomas Djamaluddin dari BRIN memproyeksikan pemerintah dan mayoritas ormas kemungkinan menetapkan 19 Februari, karena posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, meski keputusan final tetap menunggu penetapan resmi Sidang Isbat,” tulis akun @ahquote memberikan keterangan.

Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) menjadi salah satu acuan dalam penentuan awal bulan Hijriah di kawasan Asia Tenggara.

Kriteria ini mengatur batas minimal ketinggian dan elongasi hilal agar dapat dinyatakan memenuhi syarat visibilitas.

Jika posisi hilal belum memenuhi kriteria tersebut pada saat pengamatan, maka awal Ramadhan berpotensi ditetapkan sehari setelahnya.

Hal inilah yang menjadi dasar prediksi bahwa pemerintah kemungkinan menetapkan 1 Ramadhan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meskipun prediksi telah disampaikan, keputusan final tetap berada di tangan pemerintah melalui Sidang Isbat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi agar tidak terjadi kebingungan.

Penetapan awal Ramadhan memiliki konsekuensi luas, mulai dari jadwal ibadah, aktivitas pendidikan, hingga kegiatan ekonomi.

Keseragaman informasi menjadi penting agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Di sisi lain, perbedaan metode hisab dan rukyat mencerminkan kekayaan tradisi keilmuan dalam Islam.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X