Film ini berhasil menarik jumlah penonton yang sangat tinggi dan memecahkan sejumlah rekor perfilman animasi Indonesia.
“Film ini berhasil mencatatkan prestasi besar di dalam negeri dengan angka penonton yang sangat tinggi dan memecahkan berbagai rekor box office lokal,” tulis akun @demen_film.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa animasi lokal mampu bersaing dengan film-film luar negeri yang selama ini mendominasi layar bioskop Indonesia.
Jumbo juga dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas produksi animasi buatan anak bangsa.
Kesuksesan di dalam negeri menjadi pintu masuk Jumbo ke panggung internasional.
Korea Selatan menjadi salah satu negara tujuan ekspansi distribusi film ini, yang sekaligus menandai langkah strategis industri animasi Indonesia untuk menjangkau pasar global.
“Kesuksesan itu kemudian membawa Jumbo ke panggung internasional, termasuk penayangan di bioskop Korea Selatan mulai 25 Februari 2026, sebagai bagian dari ekspansi distribusinya di berbagai negara di Asia dan Eropa,” tulis unggahan tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting, mengingat Korea Selatan dikenal memiliki industri animasi dan hiburan yang kuat serta standar kualitas yang tinggi.
Penayangan Jumbo di negara tersebut menunjukkan bahwa karya animasi Indonesia mulai diakui dan diterima di pasar yang kompetitif.
Dalam unggahan @demen_film, visual animasi Jumbo versi Korea Selatan juga menjadi sorotan warganet.
Banyak yang menilai terdapat nuansa berbeda yang menyesuaikan dengan selera pasar internasional, meski karakter dan esensi ceritanya tetap dipertahankan.
Perbedaan ini memicu diskusi hangat di kolom komentar, mulai dari soal kualitas animasi, nuansa musik, hingga pendekatan visual yang dinilai lebih universal.
Namun, sebagian besar warganet tetap menegaskan bahwa versi Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang kuat.
Penayangan Jumbo di Korea Selatan dinilai sebagai pencapaian penting bagi perfilman animasi Indonesia.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa karya lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, tidak hanya sebagai tontonan domestik.
Artikel Terkait
Keren! Inilah 8 Film Indonesia dan Komik Karya Anak Bangsa yang Bersinar di Cannes Film Festival 2025: Ada Jumbo hingga Film Garapan Iko Uwais
Jumbo Tembus 10 Juta Penonton, Siap Pecahkan Rekor dan Geser KKN di Desa Penari dari Puncak Box Office
Pecahkan Rekor 10 Juta Penonton! Jumbo Picu Perdebatan Usai Dianggap Gak Layak Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Kok Bisa?
Ernest Prakasa Dejavu Usai Jumbo Sukses Geser Agak Laen Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Ikut Bangga Apresiasi Keberhasilan Ryan Adriandhy
Setelah Jumbo, Warkop DKI Kartun dan Panji Tengkorak Siap Ramaikan Dunia Animasi Indonesia 2025, Langsung Gaet Perhatian Publik