Minggu, 19 Juli 2026

Jember Dikepung Bencana Hidrometeorologi dalam Sepekan, BPBD Imbau Kewaspadaan Ekstra

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Senin, 9 Februari 2026 | 20:58 WIB
Kondisi bencana yang terjadi di Jember. (Dok BPBD Jember)
Kondisi bencana yang terjadi di Jember. (Dok BPBD Jember)

SketsaNusantara.id – Rentetan bencana alam akibat cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, selama sepekan pertama di bulan Februari 2026.

Mulai banjir bandang yang memakan korban jiwa, tanah longsor, hingga kebakaran akibat korsleting listrik.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi memicu luapan sungai di beberapa titik kritis.

Baca Juga: Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember

Peristiwa paling menonjol terjadi pada Senin malam 2 Februari 2026, saat banjir bandang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, dan Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji.

"Debit Sungai Badean meningkat drastis hingga membawa material lumpur dan kayu yang menggerus permukiman warga. Dalam insiden ini, seorang warga bernama Pak Wahid, yang merupakan staf Kecamatan Panti, sempat dinyatakan hilang terseret arus sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Puger pada Selasa sore," ujar Edy Budi Susilo, Senin 9 Februari 2026.

Selain kerugian jiwa, banjir tersebut menyebabkan sedikitnya empat dapur rumah warga di Kecamatan Panti ambruk dan puluhan rumah lainnya terendam lumpur setinggi 15 hingga 40 cm.

Baca Juga: Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung

Puluhan warga sempat mengungsi sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing setelah proses pembersihan material selesai dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan.

Tak hanya banjir, gangguan akses publik juga terjadi akibat tanah longsor di Dusun Baban Barat, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.

Material longsor setinggi 20 meter sempat menutup total akses jalan provinsi yang menghubungkan Jember menuju arah Banyuwangi.

Baca Juga: Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah

"Kultur tanah yang labil ditambah hujan lebat memicu longsoran yang menutup jalan. Namun, berkat koordinasi cepat dengan Dinas PUPR dan Perhutani, material berhasil dibersihkan sehingga jalur kembali normal di hari yang sama," tambah Edy.

Kejadian serupa berupa pohon tumbang juga sempat memacetkan arus lalu lintas di Jalan Argopuro, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X