Fenomena tanah bergerak biasanya memiliki ciri-ciri berupa retakan-retakan yang muncul pada permukaan tanah atau bangunan. Retakan tersebut juga menjadi tanda awal bahwa tanah sedang bergerak.
Penyebab Tanah Bergerak
Dikutip dari laman resmi BPBD Kabupaten Bogor, ada beberapa hal yang menyebabkan pergerakan tanah, mulai dari erosi, tanah jenuh air hingga gempa bumi.
Erosi bisa berasal dari berbagai jenis air tanah yang ada, salah satunya adalah air hujan.
Pergerakan tanah yang disebabkan erosi biasanya terjadi di lereng-lereng bukit yang curam.
Sementara itu, tanah jenuh air adalah salah satu jenis tanah yang ada di Indonesia.
Tanah Jenuh Air adalah tanah yang suka akan air dan memiliki kemampuan menyerap air dengan cepat.
Saat musim penghujan, kondisi ini bisa sangat berbahaya karena jika tanah tersebut mencapai titik jenuh, maka ada kemungkinan tanah akan kehilangan daya penopang.
Selanjutnya, gempa bumi juga bisa menyebabkan pergerakan tanah karena adanya pergerakan pada lempengan tektonik bumi.
Perbedaan Tanah Bergerak dan Tanah Longsor
Pergerakan tanah kerap diartikan sebagai tanah longsor. Namun rupanya keduanya memiliki arti yang berbeda.
Longsor sendiri merupakan tipe gerakan tanah yang pergerakannya cepat.
Dikutip dari Disaster Channel, berdasarkan klasifikasi ahli geologi asal Amerika Serikat, David J Varnes (1978), istilah longsoran didefinisikan untuk seluruh jenis gerakan tahan.
Artikel Terkait
Apa itu Wolf Moon? Inilah Fenomena Alam Memukau yang Muncul Pada 3 Januari 2026
Fenomena Air Sinkhole di Sumbar Ramai Diminum Warga, Wagub Vasko Peringatkan Risiko Kesehatan dari Kandungan Bakteri
Kabar Terbaru Longsor di Cisarua, Pemkab Bandung Barat Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana hingga Jumlah Korban Saat Ini
5 Fakta Longsor Pasirlangu Cisarua, Respons Bupati Bandung Barat, Jumlah Korban hingga Update Pencarian
Longsor Cisarua Bandung Barat Jadi Perbincangan, Warga Sekaligus Pegiat Lingkungan Ungkap Penyebab yang Tak Banyak Dibahas Publik
Februari 2026 Dijuluki Perfect Month: Kalender Rapi Tanpa Sisa, Fenomena Langka yang Terulang Setelah 11 Tahun