SketsaNusantara.id - Media sosial belum lama ini dihebohkan dengan kabar yang beredar terkait isu pemadaman listrik total di Indonesia dan ramai jadi perbincangan publik.
Isu tersebut mencuat berawal dari salah satu unggahan warganet di media sosial Facebook yang menyebut akan terjadi pemadaman listrik serentak atau global blackout pada tanggal 20 Februari 2026 mendatang.
Kabar tersebut tersebar luas dan sempat menimbulkan kepanikan. Pasalnya, masyarakat dihimbau untuk melakukan tarik tunai massal karena jaringan ATM tak bisa digunakan saat pemadaman listrik serentak.
"Waspada! tanggal 20 Februari 2026 mati listrik, darurat 7 hari," tulis sejumlah akun di media sosial Facebook yang diunggah sejak 28 Januari 2026.
"Peringatan dari Komjen Dharma Pongrekun yang mengumumkan bahwa listrik akan dipadamkan serentak di tanggal tersebut. Beliau meminta masyarakat untuk tidak panik dan mempersiapkan diri agar tidak panik saat menghadapi global blackout," imbuhnya.
Diketahui himbauan tersebut berawal dari peringatan yang dilontarkan Dharma Pongrekun. Beberapa waktu lalu, mantan calon Gubernur Jakarta itu memberikan himbauan kepada masyarakat agar mempersiapkan diri agar bisa bertahan dalam keadaan darurat selama 7 hari.
"Kasih tahu semua orang, bahwa kita harus mulai mempersiapkan diri dalam keadaan darurat selama 7 hari. Bagaimana ketika listrik mati, ATM nggak bisa jalan, komunikasi terputus, bahan makanan di rumah mulai busuk karena kulkas nggak bisa nyala," kata Dharma dalam podcast yang diunggah kanal YouTube Ngaji Roso pada 9 Januari 2026 lalu.
"Pikirkan dari sekarang sebelum mendadak, karena nanti akan terjadi panik publik dan di situ orang akan muncul sifat egonya untuk bertahan dan menyelamatkan dirinya sendiri," ujarnya.
Lantas, benarkah akan terjadi pemadaman listrik selama 7 hari pada tanggal 20 Februari 2026 mendatang? Bagaimana pendapat pemerintah mengenai hal ini?
Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, diketahui bahwa kabar mengenai pemadaman listrik total yang terjadi pada 20-27 Februari 2026 belum bisa dipastikan kebenarannya.
Tidak ditemukan imbauan apapun untuk menarik uang massal terkait dengan peringatan dari Dharma Pongrekun.
Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif INDEF juga membantah imbuan terkait isu penarikan uang massal akibat listrik padam total beberapa hari ke depan.
Artikel Terkait
Cuma Hoaks, BMKG Bantah Beredarnya Kabar Cilacap dan 12 Kota di Jawa Tengah yang Diprediksi Akan Terdampak Gempa Megathrust, Begini Penjelasannya
Tagar Peringatan Darurat Kembali Bergema, Netizen Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg hingga Sebabkan Seorang Lansia Meninggal saat Antri
Darurat di Pulau Enggano: Transportasi Laut Terputus, Warga Enggano Bengkulu 4 Bulan Terisolasi dan Hadapi Krisis Ekonomi Anjlok
Heboh Fenomena Langit Merah Darah di Pandeglang Banten, Bikin Warga Resah hingga Dianggap Jadi Pertanda Datangnya Bencana, Begini Penjelasan BMKG
Perkuat Kesiapsiagaan Warga, SIBAT PMI Jember Gelar Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat dan Operasional Posko