Pramono menyampaikan pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung hampir rampung. Proses tersebut menjadi kunci kelancaran pengerjaan proyek. Pemerintah menargetkan penyelesaian bertahap sesuai jadwal.
“Normalisasi Ciliwung kita sudah mulai. Pembebasan lahannya sudah hampir selesai,” katanya.
Ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam proses ini. Pemerintah juga memastikan pendekatan persuasif tetap dikedepankan.
Untuk mendukung normalisasi, Pemprov DKI mengerahkan puluhan alat berat. Tercatat 60 unit ekskavator dan 144 dump truck dikerahkan di 66 lokasi. Alat berat ini difokuskan pada titik-titik rawan banjir.
Pengerahan alat berat diharapkan mempercepat pengerukan sedimentasi sungai. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu. Pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan secara berkala.
Melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih dan normalisasi sungai, Pemprov DKI Jakarta berupaya membangun lingkungan yang lebih sehat. Partisipasi aktif warga menjadi faktor penting keberhasilan program. Pemerintah menargetkan kebersihan dan pengendalian banjir berjalan beriringan secara berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Berdalih Menemukan Cinta dari Wanita yang Senasib, Kini Ardhito Pramono Menyesal Ceraikan Jeanneta Sanfadelia Demi Selingkuhan
Akui Menyesal Ceraikan Istri Demi Selingkuhan, Netizen Ungkap 4 Kontroversi Ardhito Pramono
5 Kontroversi Ardhito Pramono: Mantan Suami Jeanneta Sanfadelia Terjerumus Narkoba hingga Dugaan Selingkuh dengan Jubilee Marisa
Profil Biodata Jubilee Marisa, Musisi Muda yang Heboh Dikaitkan dengan Rumah Tangga Ardhito Pramono dan Jeanneta Sanfadelia
Kebakaran Kapuk Muara Hanguskan 485 Rumah, Gubernur Pramono Janji Penuhi Kebutuhan Pengungsi Termasuk Susu dan Kipas Angin