Bencana tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi di lereng Gunung Slamet. Curah hujan deras menyebabkan bencana hidrometeorologi. Empat desa di dua kecamatan terdampak langsung.
Desa terdampak meliputi Sangkanayu dan Lambur di Kecamatan Mrebet. Selain itu, Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja juga terdampak. Data tersebut berdasarkan catatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Pemerintah merencanakan relokasi bagi ratusan rumah terdampak. Lokasi hunian sementara dan hunian tetap sedang dipersiapkan.
Pembangunan dilakukan bersama pemerintah provinsi dan kementerian terkait.
Selain perumahan, perbaikan infrastruktur juga menjadi perhatian. Beberapa jembatan putus akibat banjir bandang. Akses sementara disiapkan melalui koordinasi dengan TNI dan Polri.
Material banjir berupa batu, kayu, dan lumpur terbawa dari pegunungan. BPBD Purbalingga mencatat kerusakan lahan pertanian warga. Sebanyak 60 hektare sawah di Desa Kutabawa dilaporkan gagal panen.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Syafiq Ali Masih Belum Ditemukan, Relawan Gelar Pencarian Mandiri Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet
Update Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet Usai Operasi SAR Dihentikan, Relawan Gelar Opsar Mandiri hingga Bantuan Remaja Indigo
PMI Jember Evaluasi Kinerja dan Siapkan Program 2026, Sertifikat CPOB dan Relawan Jadi Prioritas Utama
Banjir Bandang Aceh Tamiang Tinggalkan Luka di Sawah Petani, Relawan Siapkan Skema Pemulihan Pertanian
4 Fakta Penemuan Jasad Syafiq Ali di Gunung Slamet, Kronologi hingga Kendala yang Dialami Relawan saat Evakuasi