SketsaNusantara.id - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat kembali mencatat angka signifikan sepanjang tahun 2025. PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk membukukan realisasi penyaluran KUR dalam jumlah besar. Fokus penyaluran diarahkan ke sektor produksi nasional.
Sepanjang tahun 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun. Dana tersebut diterima oleh sekitar 3,8 juta debitur. Sebagian besar pembiayaan mengalir ke usaha produktif.
Penyaluran tersebut sejalan dengan program penguatan ekonomi rakyat. Sektor produksi dinilai berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja. Selain itu, sektor ini menopang ketahanan ekonomi nasional.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan komitmen perusahaan terhadap sektor UMKM. BRI disebut konsisten mendukung program prioritas pemerintah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan berkelanjutan.
“BRI terus berupaya mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. BRI pun menyalurkan pembiayaan KUR disertai dengan pendampingan, sehingga pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga kapasitas usaha yang semakin kuat sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Akhmad Purwakajaya.
Baca Juga: Terinspirasi Anak, Kenes Lalita Jepara Kembangkan Busana Anak Nusantara bersama LinkUMKM BRI
Berdasarkan data penyaluran, sektor produksi mendominasi alokasi KUR BRI. Porsi sektor ini mencapai 64,49 persen dari total penyaluran. Sektor tersebut mencakup pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya.
Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran KUR BRI. Pembiayaan ke sektor ini mencapai Rp80,09 triliun. Angka tersebut setara dengan 44,97 persen dari total KUR.
Capaian tersebut menunjukkan fokus BRI pada sektor riil. Sektor pertanian dinilai memiliki peran strategis bagi ekonomi rakyat. Penyaluran dilakukan secara konsisten sepanjang tahun berjalan.
Sebagai bank penyalur KUR terbesar, BRI menerapkan prinsip kehati-hatian. Penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel. Seluruh proses mengikuti ketentuan yang berlaku.
KUR yang disalurkan bersumber dari dana perbankan. Dana tersebut berasal dari penghimpunan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas kredit menjadi perhatian utama.
BRI juga mencatat peningkatan jangkauan penyaluran KUR ke rumah tangga. Hingga Desember 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga mengakses KUR BRI. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2023, jangkauan KUR BRI tercatat pada 15 rumah tangga. Angka ini naik menjadi 17 rumah tangga pada 2024. Tren peningkatan berlanjut pada 2025.
Artikel Terkait
UMKM Binaan BRI Kain Indonesia by Shifara Hadirkan Batik Office Wear Modern, Satukan Gaya Profesional dan Wastra Nusantara
Kebab Endul di Bekasi, Usaha Frozen Food Binaan Rumah BUMN Jakarta yang Sukses Terapkan Zero Waste dan Dukung LinkUMKM BRI
Dimulai dari Dapur Rumah, Usaha Camilan Keluarga di Jakarta Selatan Ini Naik Kelas Berkat Ekosistem LinkUMKM BRI
BRI Perluas Pemberdayaan UMKM Lewat KUR, Pelaku Usaha Kabanjahe Bangkit dari Modal Terbatas